Home Ekonomi Belasan ASN Papua Barat Diharapkan Implentasikan Ilmu dari OJT di Bappenas

Belasan ASN Papua Barat Diharapkan Implentasikan Ilmu dari OJT di Bappenas

Jakarta, Gatra.com – Sebanyak 18 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari kabupaten dan Provinsi Papua Barat diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam program On Job Training (OJT) atau magang untuk membuat perencanaan agar pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) tepat saran dan menyejahterakan warga Papua Barat.

Plt Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Taufik Hanafi, dalam konferensi pers di Bappenas, Jakarta, Kamis (2/10), menyampaikan, program OJT ini sangat penting.

“Ini bagian komitmen Kementerian PPN/Bappenas untuk memperuat kapasitas, baik itu institusi yang ada di Provinsi Papua Barat dan SDM-nya,” kata dia.

Menurut dia, OJT kali ini timing atau waktunya sangat tepat karena Kementerian PPN/Bappenas tengah menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2025-2045.

Ia mengungkapkan ke-18 ASN dari sejumlah OPD di kabupaten dan Provinsi Papua Barat tersebut magang di bagi pada tiga kementerian, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian PPN/Bappenas.

“Mereka terlibat dalam proses mempersiapkan RPJM nasional. Tentu pengalaman-pengalaman ini sangat penting dan relevan,” katanya.

Pengalaman-pengalaman tersebut relevan, lanjut Taufik, khususnya nanti ketika Pemda maupun Pemprov Papua Barat mempersiapkan PRJM dan RPJP daerah. RPJM dan RPJP daerah tersebut nantinya bisa singkron dengan PRJM dan RPJP pemerintah pusat.

“Pembangunan tingkat pusat sampai daerah ini merupakan hal yang sangat penting,” katanya.

Taufik menjelaskan, program OJT atau magang ini dilaksanakan oleh Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencanaan (Pusbindiklatren) Kementerian PPN/Bappenas.

Program OJT atau magang ini merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan USAID bersama Pemprov Papua Barat. Ini merupakan angkatan pertama untuk ASN dari Papua Barat.

Mereka menjalani magang selama sebulan, terhitung mulai dari 2 Oktober 2023. Program ini merupakan kolaborsi yang baik dalam mendorong percepatan peningkatan kapasitas untuk pemerintah daerah di Tanah Papua.

“Selama program berlangsung, kami memfasilitasi peserta untuk belajar tentang substansi dan pengelolaan di bidang perencanaan dan pengganggaran,” ujarnya.

Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Jeff Cohen, menyampaikan, pemerintah AS melalui USAID bersyukur dapat berkolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kemenkeu, dan Kemendagri.

“Kami berharap peserta program magang dapat menerapkan pengalaman penting ini untuk memperkuat reformasi dan pembangunan di Papua,” ujarnya.

Salah satu peserta OJT, Huberta Motombri, dari Bappeda Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menyampaikan, mendapat banyak ilmu dari program OJT ini. “Akan bermanfaat untuk kami terapkan di instansi kami nanti,” katanya.

Semua peserta OJT akan kembali ke daerahnya masing-masing untuk mengimplementasikan rencana aksi yang telah dibuat pada akhir program dengan pendampingan dari Pusbindiklaten Bappenas.

156