Home Regional Lihat Penderitaan Warga Terdampak Kekeringan, Puluhan Tenaga Kontrak BPBD Purworejo Iuran Beli Air

Lihat Penderitaan Warga Terdampak Kekeringan, Puluhan Tenaga Kontrak BPBD Purworejo Iuran Beli Air

Purworejo, Gatra.com - Meskipun sudah memasuki musim hujan, namun kebutuhan air bersih di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, masih sangat sulit. Untuk membantu meringankan penderitaan warga, Paguyuban Tenaga Kontrak pada Kantor BPBD Purworejo tergerak untuk memberikan bantuan air bersih.

Mereka mengumpulkan iuran secara sukarela hingga bisa membeli 20 tangki air yang berisi 5.000 liter per tangkinya. Bantuan air bersih ini didistribusikan untuk warga terdampak di wilayah Kecamatan Butuh, Bagelen, Kaligesing, Loano dan Kemiri.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Haryono mengapresiasi apa yang dilakukan puluhan anak buahnya itu. "Mereka kan sering mengantar air bersih ke warga yang terdampak kekeringan ekstrim di berbagai wilayah. Jadi mereka (tenaga kontrak BPBD) ini tahu bagaimana warga sangat membutuhkan air bersih. Jadi mereka berinisiatif iuran untuk ikut meringankan beban warga. Semoga bantuan ini bermanfaat," kata Haryono usai melepas bantuan di halaman Kantor BPBD Purworejo, Senin (13/11/2023).

Ia melanjutkan, meskipun beberapa hari hujan telahbturun, namun belum bisa mencukupi kebutuhan air bersih warga di wilayah paling terdampak. "Jadi masih harus dibantu droping air bersih," ucap Haryono.

Sementara itu, Koordinator Tenaga Kontrak BPBD, Akhmad Shofyan menerangkan bahwa, aksi sosial ini spontan saja sebagai bentuk kepedulian pada warga terdampak kekeringan.

"Aksi ini bentuk kepedulian teman-teman THL BPBD secara spontanitas. Tiap hari kami mengantar air ke warga, jadi kami melihat langsung betapa warga sangat membutuhkan air. Kami melihat dampak kekeringan yang berkepanjangan dan semakin banyaknya permintaan air bersih. Maka kami putuskan untuk ikut berpartisipasi, ikut sedikit meringankan beban mereka," ujar Shofyan.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh BPBD Purworejo, fenomena El Nino mengakibatkan 59 desa di 14 kecamatan mengalami kekeringan ekstrim. Sebanyak 15.447 jiwa dari 690 KK mengalami krisis air bersih.

Selain itu, kemarau panjang juga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ada beberapa desa yang mengalami karhutla yakni Desa Samping (Kecamatan Kemiri), Desa Jati dan Limbangan (Kecamatan Bener), Desa Somongari (Kecamatan Kaligesing), Desa Wonotulus (Kecamatan Purworejo), Desa Kalikotes (Kecamatan Pituruh) serta Desa Kemanukan (Kecamatan Bagelen).

211