Home Nasional Pasukan TPNPB OPM Tembak Mati Tiga Pekerja Puskesmas, Dituding Menyamar sebagai Intel TNI/Polri

Pasukan TPNPB OPM Tembak Mati Tiga Pekerja Puskesmas, Dituding Menyamar sebagai Intel TNI/Polri

Papua, Gatra.com - Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ( TPNPB ) Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) kembali berulah, dengan menambak mati tiga pekerja bangunan Puskesmas Beoga Barat Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat 24 November 2023 lalu.

Menurutversi TPNPB OPM ketiga pekerja Puskesmas Beoga Barat yang ditembak mati itu dituding sebagai intel susupan TNI Polri.

Juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom membenarkan anggota pasukannya menembak mati tiga pekerja Puskesmas Beoga barat.

“Tiga pekerja itu anggota pasukan kami yang tembak mati. Mereka itu berprofesi intel yang disusupkan pihak TNI Polri sebagai pekerja. Kami sudah mendapatkan data akurat soal jati diri ketiganya. Karena itu mereka menjadi target operasi kami, dan kemarin (Jumat), mereka kami tembak mati,” tegas Sebby Sambom, kepada Gatra.com, Minggu (26/11).

Sebby minta warga imigra, pendatang atau yang asli Papua jangan mau diperalat, disusupkan sebagai intel untuk bekerja di proyek pemerintah Indonesia.

 Sudah berulangkali kami ingatkan dengan tegas. Warga pendatang, imigran atau yang asli Papua jangan mau diperalat TNI Polri, jika tiga mau mati konyol sia –sia. Faktanya selama sudah banyak imigran maupun wrga asli Papua yang sudah banyak kami eksekusi mati karena mereka itu susupan sebagai intel,” sebut Sebby Sambom.


Soal tewasnya tiga pekerja Puskesmas Beoga barat ini dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo dalam siaran pers nya. 

“Mereka yang menjadi korban adalah Suyanto (40) mengalami luka tembak di bagian kepala dan luka tembak di lengan kiri, Satiman (40) mengalami luka tembak di pelipis kanan dan luka tembak di lengan kiri dan Triyono (50) mengalami luka tembak di ujung mata kanan dan di bahu kanan. Selain itu dua pekerja lainnya mengalami luka tembak saat ini dalam perawatan,” katanya.

Kasus penembakan itu jelas Ignatius berawal dari seorang saksi yang melaporkan penyerangan diduga dilakukan oleh KKB terhadap pekerja bangunan Puskesmas Beoga Barat, Kabupaten Puncak diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Benar ada tiga pekerja Puskesmas Beoga barat yang Jumat kemarin 24 November 2023 ditembak mati Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Sekitar pukul 16.30 WIT. Seorang saksi melaporkan kejadian tersebut ke Koramil 1717-03 Beoga bahwa ada penyerangan yang dilakukan KKB terhadap pekerja bangunan Puskesmas," kata Ignatius.

Setelah menerima informasi tersebut  lanjut Ignatius, aparat gabungan TNI-Polri berkoordinasi dengan para tokoh setempat untuk melaksanakan evakuasi korban dari TKP menuju Kampung Milawak, Distrik Beoga.

“Para korban yang meninggal dunia telah dievakuasi, disemayamkan di Puskesmas Beoga dan selanjutnya akan dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," jelas Ignatius.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan saat ini Satgas Ops Damai Cartenz 2023 bersama Polres Puncak sementara melakukan penyelidikan kasus penyerangan tersebut.

"Kami akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penyerangan yang menyebabkan tiga orang pekerja Puskesmas Beoga yang meninggal dunia dan dua orang terluka," tanggapnya.

232