Home Nasional Lentera Huma Berhati Kecam Kekejian KKB yang Sebabkan Empat Prajurit TNI Gugur

Lentera Huma Berhati Kecam Kekejian KKB yang Sebabkan Empat Prajurit TNI Gugur

Nduga, Gatra.com - Belum genap satu pekan pascatewasnya tiga dari lima pekerja puskesmas di Kabupaten Puncak, Papua, pada Jumat (24/11). Terbaru dari kalangan aparat keamanan, empat prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) dinyatakan gugur.

Hal itu terjadi setelah kontak tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sabtu (25/11). Kelompok ini juga sering disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Keempat personil tersebut dievakuasi ke RSUD Mimika pada Minggu, (26)/11). Sedangkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Humas RSUD Mimika, Lucky Makahena mengatakan bahwa empat prajurit yang gugur sempat disemayamkan di Markas Yonif 754 sebelum diterbangkan ke daerah asalnya masing-masing.

"Disemayamkan kemarin malam di Markas Yonif 754 dan pagi tadi lanjut ke bandara diterbangkan," kata Lucky, Senin (27/11).

Dia juga mengatakan bahwa kondisi dua prajurit berangsur membaik dan stabil. Keduanya mendapatkan perawatan di RSUD Mimika.

Peristiwa gugurnya prajurit TNI AD menegaskan bahwa KKB semakin keji dan brutal. Baik kepada kalangan sipil maupun petugas keamanan.

Panglima TNI angkat bicara dan turut menyampaikan bela sungkawa kepada para keluarga korban atas gugurnya keempat prajurit tersebut.

"Ya, kita semua turut berdukacita ya," ujar Agus usai acara Gakkumdu Mengawal Pemilu 2024 yang Demokratis dan Bermartabat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (27/11).

Panglima Agus pun menyatakan bahwa keempat prajurit yang gugur setelah melakukan pengajaran terhadap KKB yang membunuh warga sipil yang ada di Paro.

"Keempat prajurit telah mendapatkan santunan sesuai hak," ujar Panglima Agus.

Peristiwa pilu yang menimpa prajurit TNI AD mendapat sorotan dari Ketua Lentera Huma Berhati (LHB), Khairul Anam. Dia mengutuk keras dan mendorong agar TNI-POLRI bisa membekuk kelompok nirkemanusiaan tersebut.

"Kami mengutuk keras tindakan kriminal dan keji dari KKB terhadap warga sipil dan aparat keamanan yang menjaga. KKB tidak suka kalau Papua maju, aman, dan sejahtera," tutur Anam saat memberikan keterangan persnya di Jakarta, Selasa, (28/11).

Anam menerangkan bahwa KKB tidak hanya bertindak di luar batas kemanusiaan, tapi juga menginginkan Papua dibangun infrastrukturnya.

"Semoga Panglima TNI yang baru saja dilantik mampu meredakan teror yang dilakukan oleh KKB. Bahkan menindak tegas mereka dengan hukuman yang setimpal," tutup Anam.

120