Home Ekonomi Ditopang Bisnis Niaga dan Tranmisi Gas Bumi PGN Raup Pendapatan US$2,69 Miliar per Kuartal III-2023

Ditopang Bisnis Niaga dan Tranmisi Gas Bumi PGN Raup Pendapatan US$2,69 Miliar per Kuartal III-2023

Jakarta, Gatra.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar US$2,69 miliar atau meningkat 2% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding dengan periode yang sama tahun 2022 yang sebesar US$2,64 miliar.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN, Fadjar Harianto Widodo mengatakan, kontribusi terbesar dari capaian tersebut adalah dari bisnis niaga dan transmisi gas bumi sebesar 78% dan selebihnya merupakan usaha hulu dan lainnya.

Sedangkan, posisi kas setara kas mash terlihat solid untuk kebutuhan investasi dan modal kerja perusahaan, dimana nilai yang dibukukan sebesar US$1,04 miliar. Angka ini mengalami penurunan dari periode yang sama tahun sebelumnya karena upaya perusahaan memperbaiki struktur hutangnya melalui aksi korporasi pembelian kembali obligasinya.

"Posisi kas kami mash baik pasca buyback tahun ini dan didorong dari operating cashflow yang terjaga. Selain itu melihat dari interest coverage ratio (sebesar 10,3x) serta rasio hutang terhadap modal (sebesar 0,5x) maka PGN masih dalam kondisi likuiditas yang sehat,” ujar Fadjar dalam acara public expose 2023, Rabu (29/11).

Terkait pencapaian operasional, pengaliran gas bumi di bisnis transmisi sebesar 1.444 MMSCFD berhasil tumbuh sebesar 8%. Hal ini dikarenakan mengalirnya gas di Pipa Transmisi Gresik-Semarang.

Lebih lanjut, PGN menjelaskan bahwa, volune niaga gas bumi juga bertumbuh 5% atau menjadi 935 BBTUD. Dimana jumlah pelanggan mencapai lebih dari 839 ribu dengan volume terbesarnya dari pembangkit listrik, industri kimia, keramik, makanan dan pupuk.

Salah satu sebab peningkatan volume niaga karena rerata harga gas yang dijual PGN memang sangat kompetitif bila dibandingkan bahan bakar lain seperti HSD (setara USD 41,18/MMBTU), LPG - 12 kg (setara USD 26,20/MMBTU) atau MFO (setara USD 33,74/MMBTU).

Portofolio usaha lain yang dilaksanakan anak perusahaan beberapa yang mencapai pertumbuhan kinerja adalah transportasi minyak sebesar 42,9 MMBOE atau bertumbuh 400% karena penyaluran minyak melalui pipa Rokan. Kemudian pada regasifikasi LNG terdapat kenaikan 21% menjadi 158 BBTUD karena adanya kenaikan permintaan di LNG Hub Arun.

Di sisi lain, dalam belanja modal sudah terealisir sebesar US$132 juta dengan pemakaiannya 57% untuk usaha hilir beserta lainnya dan selebihnya untuk kebutuhan usaha dibidang hulu. Beberapa proyek yang menyerap pemakaian modal tersebut diantaranya adalah gasifikasi kilang minyak Pertamina melalui Pipa Gas Senipah - Balikpapan, jaringan gas kota (jargas) dan revitalisasi terminal LNG Arun.

Pipa Senipah - Balikpapan telah terpasang 76 km dari target 78 km. Proyek ini merupakan bagian kontribusi sinergi PGN di Pertamina dalam mendukung kegiatan operasi Refinary Unit V Balikpapan. Pipa yang akan dibangun memiliki diameter 20 inch dan dimulai sejak 2022.

Sebagai dukungan terhadap Pemerintah menjalankan proyek strategis nasional (PSN) pembangunan jargas yang dibiayai PGN telah dilaksanakan di 37 kota/kabupaten dengan berbagai moda transportasi. Pembangunan yang telah terselesaikan sebanyak 102.354 sambungan rumah Upaya revitalisasi aset Terminal LNG Arun dilaksanakan sehubungan upaya menangkap potensi pasar LNG Asia yang sangat menarik.

Adapun, tangki yang tidak teroptimalkan akan dimodifikasi sehingga kapasitas dengan desain 127.000 m3 dapat beroperasi kembali ke depannya. Adapun proyek ini sekarang dalam tahap mencari mitra kerja untuk pekerjaan EPC.

PGN juga akan terus berkontribusi dan memanfaatkan peluang pencapaian target Net Zero Emission melalui pengembangan biometana. Proyek ini merupakan upaya menjaga keberlanjutan bisnis gas bumi PGN yang memanfaatkan limbah sawit.

Potensi permintaannya sejauh ini dapat mencapai 15,2 MMSCFD. Sejauh ini proyek mash dalam proses penyusunan Front End Engineering Desain (FEED).

54