Home Gaya Hidup Jika Bendungan Jlantah Ambrol BBWSBS Atur Skenario Penyelamatan 6.925 Jiwa

Jika Bendungan Jlantah Ambrol BBWSBS Atur Skenario Penyelamatan 6.925 Jiwa

Karanganyar, Gatra.com - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyiapkan rencana tindak darurat kondisi abnormal Bendungan Jlantah di Jatiyoso, Karanganyar, Jateng. Tindak darurat untuk menyelamatkan 6.925 jiwa di sekitar bendungan, jika fasilitas irigasi itu jebol.

Ribuan jiwa itu tersebar di 50 desa di Kabupaten Karanganyar (1.665 jiwa) Kabupaten Sukoharjo (5.040 jiwa) dan Kabupaten Wonogiri (220 jiwa).

"Secara fisik bangunan, Bendungan Jlantah harapannya bisa bertahan lama. Sedangkan usianya diprediksi 50 tahun. Kami menyusun rencana tindak darurat Bendungan Jlantah bersama konsultan. Dalam dokumen perencanaan terdapat faktor risiko yang diantisipasi sejak awal," kata Kabid Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSBS Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, Naryo Widodo kepada wartawan usai sosialisasi di pendopo RM Said rumah dinas bupati Karanganyar, Rabu (29/11).

Ia mengundang pejabat dinas PU dari tiga kabupaten terdampak berikut perangkat desanya. Rencana tindak darurat untuk mengamankan struktur, pemeliharaan dan kesiapsiagaan tindak darurat sesuai Permen PUPR no 27/prt/m/2015 tentang Bendungan. Ada sejumlah penyebab keadaan darurat bendungan berkapasitas tampungan air normal 10,97 juta meter kubik itu. Seperti hujan badai, gempa bumi, puting beliung dan sabotase. Kemudian faktor peluapan, rembesan, longsor dan kegagalan struktural.

"Situasi berikut penanganannya disesuaikan status waspada, siaga dan awas," katanya.

Mulai pekan depan, tim konsultan dari PT Bina Buana Raya bakal mengecek titik mitigasi. Dalam dokumen rencana tindak darurat, disebutkan kebutuhan mutlak pemasangan papan informasi dan petunjuk pengungsian, serta peta pengungsian. Posko di bendungan juga dilengkapi sistem peringatan dini yang terkoneksi ke desa-desa dan markas BBWSBS.

Sementara itu hingga saat ini bendungan Jlantah belum operasional. Target selesai pada akhir tahun ini ternyata molor akibat fondasi belum siap. Naryo mengatakan perbaikan fondasi menunggu dropping alat yang masih dipakai pada proyek bendungan di daerah lain. Ia menyebut progresnya maaih 77,5 persen.

"Yang kurang tinggal main dam (bendungan utama) saja. Kemungkinan selesai di semester I tahun 2024," katanya.

Terkait ganti untung lahan, Naryo mengatakan 32 persen belum beres atau setara 230 bidang. Sebab, administrasi pelepasan aset masih diproses serta anggaran dari pemerintah pusat belum turun.

"Enggak ada penolakan pemilik lahan. Semua melepas lahannya. Hanya saja terkendala administrasi belum beres. Ada sebagian itu tanah kas desa," katanya.

Pembangunan Bendungan Jlantah potensial menambah luasan sawah di wilayah Karanganyar.

1509