Home Hukum Kejagung Pulangkan Buronan Terpidana Perkara Narkoba dari Malaysia

Kejagung Pulangkan Buronan Terpidana Perkara Narkoba dari Malaysia

Jakarta, Gatra.com – Tim Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan dan Kejari Nunukan, memulangkan Johansyah bin Darwin alias Bagong, terpidana perkara narkotika dari Malaysia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapupenkum) Kejagung, Ketut Sumedana, di Jakarta, Rabu (29/11), menyampaikan, pemulangan terpidana Johansyah bin Darwin alias Bagong, dilakukan setelah proses serah terima dari pihak berwenang Malaysia.

“Serah terima terpidana dari pihak berwenang Malaysia dilaksanakan di atas kapal di Pelabuhan Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia,” ujarnya.

Ketut menjelaskan, Johansyah bin Darwin alias Bagong merupakan terpidana perkar narkotika di Indonesia dan putusannya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrcht.

Johansyah bin Darwin alias Bagong divonis bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tarakan Nomor: 68/Pid.Sus/2020/PN.Tar tanggal 07 Juli 2020 juncto Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 1330/K/Pid.Sus/2021 tanggal 09 Juni 2021.

“Terpidana Johansyah bin Darwin alias Bagong dijatuhi hukuman pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar subsidair 2 bulan penjara,” katanya.

Namun, Johansyah bin Darwin alias Bagong melarikan diri ketika proses hukum berlangsung. Kemudian, Kejari) Tarakan menetapkannya sebagai buronan dan memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“DPO pada Kejaksaan Negeri Tarakan, kemudian ditangkap oleh pihak berwenang di Tawau karena melanggar keimigrasian negara Malaysia,” katanya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, lanjut Ketut, Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri selaku Focal Point pemulangan buronan yang berada di luar negeri, telah berkoordinasi secara intensif dengan Kejaksaan Negeri Tarakan dan NCB-Interpol Indonesia serta Konsulat RI di Tawau untuk proses pemulangan terpidana Johansyah bin Darwin alias Bagong.

Setelah berhasil dipulangkan, terpidana Johansyah bin Darwin alias Bagong dibawa menggunakan Kapal berbendera Indonesia untuk dilakukan eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan guna menjalani hukuman penjara selama 12 tahun.

67

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR