Home Pendidikan Kisah Lulusan PPG UMSU, Jadi Guru Untuk Bangun Karakter Generasi Muda

Kisah Lulusan PPG UMSU, Jadi Guru Untuk Bangun Karakter Generasi Muda

Medan, Gatra.com - Bagi Ilham Ruser keinginan untuk menjadi seorang guru tak pernah terlintas di pikirannya. Sejak kecil hingga beranjak remaja, Ilham memiliki keteguhan hati untuk menjadi seorang jurnalis. Cita-cita itu ia pupuk hingga dirinya siap untuk memasuki dunia perkuliahan.

Ilham punya alasan kuat dibalik impiannya itu. Menurutnya, jurnalis merupakan pekerjaan yang bisa membuat dirinya bermanfaat di masyarakat. “Karena reporter atau jurnalis kan punya peran dalam memberikan informasi baik kepada masyarakat,” ujar Ilham saat ditemui di Kampus UMSU, Medan, Rabu lalu.

Tak disangka, takdir membawa Ilham kepada cita-cita lainnya. Ilham yang sudah teguh untuk menjadi jurnalis, akhirnya luluh oleh pesan sang orang tua untuk memikirkan ulang impiannya itu.

Baginya, pesan orang tua adalah sesuatu yang tak boleh diabaikan. Ia pun rela tak menjadi jurnalis. Namun, Ilham pun menemukan cara baru untuk menjadi bermanfaat untuk masyarakat: Menjadi Seorang Guru. “Karena guru pun punya tugas mulia untuk menyampaikan sesuatu yang baik dan bermanfaat,” tutur dia.

Kini ia pun lulus dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Harapan Ilham, ia bisa menerapkan berbagai ilmu dan pelajaran yang ia dapat selama mengenyam bangku kuliah.

Salah satunya, adalah bagaimana ia bisa mengimplementasikan mata kuliah Filosofi Pendidikan. Pembelajaran yang didapatnya, adalah guru bertindak tidak hanya sebagai pengajar namun juga pendidik. Ini yang menurutnya sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini dan di masa depan.

“Dimana guru memegang peran penting dalam mendidik karakter siswa. Artinya, guru pun harus bisa menggagas pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman,” beber dia.

Terakhir, Ilham pun juga menyebut guru sebagai profesi yang mulia. Bukan hanya mengembang tanggung jawab sebagai pendidik, guru pun juga merupakan sosok yang dituntut untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Saya mengerti dan paham sekarang, bahwa guru itu bukan hanya mengajar, tapi juga belajar. Semoga saya terus bisa belajar, untuk terus membagikan hal-hal baik sebagai seorang guru,” ucap dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU, Syamsuyurnita mengatakan, meski mata kuliah di PPG telah ditentukan oleh pihak Kemendikbudristek, namun pihaknya tetap menghadirkan kekhasan mata kuliah di dalamnya.

Salah satu yang menjadi unggulan, adalah bagaimana UMSU memasukan mata kuliah islam dan Kemuhammadiyahan sebagai sebuah ciri khas program PPG di UMSU. Hal ini dinilai mampu menambah kesiapan para lulusan PPG untuk mengajar di masyarakat nantinya.

“Terdapat pula mata kuliah kepemimpinan. Jadi, kami mendorong kesiapan mahasiswa PPG untuk berbaur di masyarakat melalui mata kuliah dan kekhasan yang ada di UMSU,” tutur dia.

79