Home Politik Ade Armando Sebut Yogyakarta Terapkan Politik Dinasti, Politisi PKS: Pernyataan Bodoh! Sultan Itu Demokratis dan Egaliter

Ade Armando Sebut Yogyakarta Terapkan Politik Dinasti, Politisi PKS: Pernyataan Bodoh! Sultan Itu Demokratis dan Egaliter

Yogyakarta, Gatra.com - Video politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando viral di media sosial karena menyinggung politik dinasti di Yogyakarta. Ade mengkritik aksi mahasiswa di Yogyakarta tentang politik dinasti, tapi menutup mata terhadap sistem pemerintahan di DIY.

Ade, yang kini mendukung capres Prabowo Subianto, juga mengaitkan UU Keistimewaan Yogyakarta dengan Ganjar Pranowo, capres usungan PDIP, yang terlibat di penyusunan UU tersebut. Belakangan, Ade telah meminta maaf atas pernyataannya di video tersebut.

Merespons video tersebut, Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meminta Ade belajar sejarah. PKS saat ini menjadi pendukung capres Anies Baswedan.

"Ade Armando perlu belajar sejarah bagaimana NKRI ini terbentuk dan bagaimana peran Sri Sultan HB IX dan Sri Paduka Pakualam dalam berdirinya NKRI," kata Huda, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/12) malam.

Menurutnya, mengatakan Yogyakarta menerapkan politik dinasti adalah kebodohan dan kedangkalan pemahaman yang memalukan. "Anak-anak SD saja tahu bagaimana sejarah peran Yogyakarta terhadap NKRI," ujarnya.

Keistimewaan DIY, kata Huda, diperjuangkan oleh hampir semua elemen dan semua warga saat itu. Secara hampir aklamasi, warga DIY menghendaki disahkannya Undang Undang Keistimewaan.

"Saat ini setelah disahkan, (UU Keistimewaan) dirasakan manfaat nyatanya bagi warga DIY. Keistimewaan DIY juga sudah menjadi semacam kebutuhan kultural bagi rakyat Yogyakarta. Kepemimpinan Ngarsa Dalem (Sultan) dan Paduka Pakualam adalah kehendak masyarakat DIY yang disahkan menjadi undang undang. Ini adalah sangat demokratis. Kehendak masyarakat yang dilegalkan dengan UU Keistimewaan," papar Huda.

Sebagai warga Yogyakarta, Huda merasa tersinggung atas pernyataan Ade Armando. Menurutnya, pernyataan Ade kurang pantas dan menuntut pegiat media sosial itu minta maaf.

"Sebagai politisi mestinya lebih cermat berstatement, kecuali memang demikian sikap politiknya. Jika memang demikian sebagai sikap politik ya silakan masyarakat menilai, tetapi saya tetap menilai statement itu tidak pantas dan menunjukkan kebodohan," tuturnya.

Menurut Huda, selama 10 tahun menjadi anggota DPRD di DIY, ia melihat sikap Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X sangat demokratis dan egaliter.

"Beliau mencontohkan sikap dan keteladanan sebagai pemimpin yang sangat berkelas. Sekali lagi saya minta Pak Ade Armando minta maaf pada masyarakat Yogyakarta karena saya yakin banyak yang tersinggung, bukan hanya saya," kata Huda.

226