Home Hukum KemenPPPA Ungkap Kondisi Ibu 4 Anak Tewas di Jagakarsa, Masih Syok dan Dirawat di RS

KemenPPPA Ungkap Kondisi Ibu 4 Anak Tewas di Jagakarsa, Masih Syok dan Dirawat di RS

Jakarta, Gatra.com - Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar menjelaskan kondisi terkini ibu dari empat anak yang ditemukan tewas di Jagakarsa. Saat ini, ibu para korban yang bernama “D” masih menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu sejak Sabtu lalu (2/12).

“Ibunya masih dirawat di RSUD sejak hari Sabtu, bapaknya masih dirawat di RS Polri sejak hari Rabu,” ucap Nahar saat dimintai keterangan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (7/12).

Nahar menyebutkan, D dirawat karena diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya P. Dilansir dari Antara, P dirawat di rumah sakit setelah ia melakukan percobaan bunuh diri, tapi gagal.

Nahar pun menjelaskan kalau D sudah mengetahui mengenai kematian keempat anaknya, yaitu VA (6), S (4), A (3), dan AS (1) dan saat ini masih syo.

“Per tadi siang sudah tahu, dan saat ini ibu korban masih syok. Kami sudah minta didampingi secara psikologis,” kata Nahar.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan turut berduka atas kasus pembunuhan terhadap empat anak di Jagakarsa. Nahar menegaskan, KemenPPPA sudahmelakukan upaya koordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan pada Kamis (7/12).

“Hari ini kami jajaran KemenPPPA hadir di Polres Jakarta Selatan untuk memastikan kejadian meninggalnya 4 (empat) anak dan indikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Jagakarsa diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Nahar dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (7/12).

KemenPPPA mengapresiasi kerja cepat Polres Jaksel, tapi Nahar mengatakan, ia tetap berharap agar polisi dapat segera mengungkap motif pelaku melakukan pembunuhan dan penyebab kematian dari para korban.

“Tim kami juga melakukan koordinasi dengan lembaga, institusi, atau pihak-pihak di sekitar untuk memastikan bahwa dugaan kasus ini ditindaklanjuti dan tidak terjadi kasus lainnya,” ucap Nahar.

Ia pun menjelaskan, untuk kasus ini, pelaku diduga telah melanggar Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (3) dan Ayat (4) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar dan dapat ditambah sepertiga apabila yang melakukan penganiayaan adalah orang tuanya. Jika ada unsur pidana pembunuhan, juga dapat dikenakan Pasal 338 atau 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sebelumnya pada Sabtu (2/12), terduga pelaku telah dilaporkan atas dugaan KDRT terhadap istrinya. Berkaitan dengan hal tersebut, terduga pelaku juga dapat dikenakan Pasal 44 Ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp30 juta.

Sebelum, Pada Rabu (6/12), Polsek Jagakarsa menerima laporan dari masyarakat tentang adanya bau yang sangat menyengat dari rumah pasangan suami istri P dan D.

Aparat pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan bertemu dengan para saksi, antara lain ketua RT, kakak dari P selaku pemilik rumah dan keluarga dari D.

Berdasarkan olah TKP awal, P ditemukan dalam keadaan terlentang dengan luka pada bagian tangan serta terdapat pisau di tubuhnya. Lalu, polisi mengecek bagian kamar dan menemukan empat mayat anak-anak berjejer di tempat tidur dalam kondisi meninggal dunia.

94