Home Ekonomi Dirut PNM: Ekosistem Holding Ultra Mikro Jaga Keberlangsungan Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Dirut PNM: Ekosistem Holding Ultra Mikro Jaga Keberlangsungan Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera

Jakarta, Gatra.com - Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi mengajak seluruh keluarga besar Holding Ultra Mikro terutama Insan PNM untuk menjaga kesinambungan atau keberlangsungan pertumbuhan bisnis dan pemberdayaan pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

Hal itu disampaikannya di hadapan seluruh Kepala Divisi, Kepala Bagian, Pemimpin Cabang PNM yang tersebar di 35 Provinsi dan Direksi anak perusahaan dan afiliasi.

Sebagai perusahaan yang kini telah tergabung dalam BRI Group melalui Holding Ultra Mikro, Arief percaya diri menyampaikan capaian kinerja PNM setelah tergabung dalam holding. Hingga penghujung tahun 2023, laba PNM telah mencapai Rp1,4 triliun. Tak hanya laba, aset PNM pun ikut tumbuh signifikan dibandingkan enam tahun lalu.

"Enam tahun lalu aset PNM masih 10% dari Pegadaian tapi perhari ini sudah naik 80%," katanya dalam keterangan yang diterima pada Minggu (17/12).

Arief optimis dapat terus meningkatkan kinerja Perseroan dengan terus melakukan transformasi bersama para leaders yang turut hadir. Transformasi tersebut dengan terus mengefektifkan dan mengefisiensikan proses bisnis serta memastikan kualitas portofolio kelolaan dengan baik. Apalagi sejak tergabung dalam Holding Ultra Mikro, peluang perluasan akses layanan semakin terbuka lebar.

"Ekosistem Holding Ultra Mikro bisa kami manfaatkan untuk pertumbuhan yang berkesinambungan sekaligus menjaga kesinambungan pemberdayaan perempuan prasejahtera yang menjadi misi besar kami," tambahnya.

PNM sebagai lembaga pemberdayaan melalui pembiayaan dan pendampingan terus berkomitmen untuk memberikan modal finansial, intelektual dan sosial sebagai bentuk complete set of empowerment.

Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nasabah terutama pada pembangunan ekonomi yang menciptakan multiplier effect terhadap pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan.

32