Home Regional Trabas Bhayangkara Polres Purworejo, Adu Nyali Taklukan Tanjakan Presisi

Trabas Bhayangkara Polres Purworejo, Adu Nyali Taklukan Tanjakan Presisi

Purworejo, Gatra.com - Polres Purworejo, Polda Jawa Tengah, menggelar Trabas Bhayangkara di Pasar Menoreh, Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Tema kegiatan bagi pecinta olahraga pemacu adrenalin ini adalah 'Jelajah Bumi Sedayu, Hard and Fun'.

Diikuti oleh 1 ribu crosser (sebutan pemotor trail), ajang ini sekaligus menjadi kampanye mengajak masyarakat agar menjaga kondusivitas menjelang Pemilu tahun 2024. Selain croseer lokal Purworejo, banyak pula yang berasal dari luar daerah lain seperti Magelang, Yogyakarta, Gunung Kidul, Bantul, dan lainnya.

"Dalam acara Trabas Bhayangkara Polres Purworejo Bersama Kapolda Jateng ini kami juga melakukan kegiatan penanaman pohon. Ada 250 batang pohon mulai dari durian, mangga, alpukat, petai, dan manggis," terang Kapolres Purworejo, AKBP Eko Sunaryo dalam sesi wawancara.

Selain penanaman berbagai pohon, kata dia, pihaknya juga menggelar bakti sosial berupa pemberian bantuan kepada warga yang kurang mampu, layanan kesehatan gratis, serta bantuan kepada pondok pesantren.

Kapolres menyebut, sekitar 1 ribu crosser ikut memeriahkan kegiatan yang menyediakan hadiah utama satu buah sepeda motor KTM 200 cc ini. Panitia juga menyediakan dorprize berupa 5 buah sepeda gunung dan satu ekor kambing.

"Kapolda yang menentukan agar Trabas Bhayangkara ini diselenggarakan di Sedayu karena memang lokasinya bagus sangat cocok untuk olahraga ekstrem," kata AKBP Eko.

Peserta pun tak hanya pria, ada pula beberapa crosser perempuan yang ikut dalam Trabas Bhayangkara ini. Mereka diajak menjelajahi keindahan gugusan Perbukitan Menoreh dengan tanjakan-tanjakan yang cukup ekstrem sepanjang kurang lebih 20 kilometer.

Paling menarik dan menantang adalah saat para crosser ditantang adu nyali melintasi tanjakan ekstrem di Pasar Menoreh. Ada dua tanjakan yakni tanjakan bebek dengan kecuraman sekitar 55° untuk kelas bebek. Sedangkan tanjakan Presisi yang super ekstrem dengan tingkat kemiringan sekutar 75° khusus bagi motor build up, crosser pun harus benar-benar profesional.

Masyarakat yang berjubel menonton pun seakan ikut terpacu adrenalinnya saat para crosser mencoba menaklukan tanjakan. Bahkan ketika para crosser jatuh, para penonton pun ikut berteriak.

Salah satu female crosser, Meiliana, mengatakan bahwa trek Sedayu ini luar biasa. "Tanjakannya luar biasa panjang-panjang, mantab. Baru pertama kali, ikut karena senang [hobi]. Pokolnya sampai zona 7 bikin nagih untuk nyoba trek," tutur crosser asal Cilacap, Jawa Tengah ini.

Berkat kepiawaian para crosser, mereka berhasil menaklukkan tanjakan bebek dan tanjakan Presisi yang super ekstrem. Sebanyak 5 penakluk tanjakan bebek berhak mendapatkan hadiah uang tunai yang tak disebutkan jumlahnya. Sedangkan 20 crosser penakluk Tanjakan Presisi berhak membawa pulang uang tunai masing-masing Rp1 juta.

120