Home Ekonomi Ganjalan Kolaborasi TikTok Tokopedia, Pelaku UMKM Asal Aceh Tetap Raup Untung di Harbolnas 12.12

Ganjalan Kolaborasi TikTok Tokopedia, Pelaku UMKM Asal Aceh Tetap Raup Untung di Harbolnas 12.12

Jakarta, Gatra.com - TikTok dan Tokopedia dalam pengumuman resminya pada hari Senin (11/12) lalu, mengatakan bahwa kedua perusahaan tersebut telah membentuk kemitraan strategis.

Dengan begitu, TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia dan fitur layanan belanja dalam aplikasi TikTok di Indonesia akan dioperasikan dan dikelola oleh PT Tokopedia. Sayangnya, kemitraan strategis TikTok Shop dengan Tokopedia ini masih mendapatkan ganjalan.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari mengingatkan TikTok agar mematuhi aturan pemerintah untuk tidak menggabungkan media sosial dengan E-Commerce. Sebelumnya, alasan pemisahan ini adalah untuk melindungi produk lokal dan pelaku UMKM Indonesia.

"Saya melihat apa yang sudah terjadi mulai kemarin di 12.12 dan program Beli Lokal, namun mereka masih berjualan di media sosialnya, seharusnya tidak boleh, secara regulasi dilarang, bahwa media sosial adalah platform komunikasi sedangkan TikTok melakukan transaksi,” ujar Fiki Satari dalam keterangan resminya pada Rabu (13/12) lalu.

Di saat terjadi pertentangan kemitraan strategis antara TikTok dan Tokopedia, ada salah satu pelaku UMKM yang tidak terpengaruh hal ini dan memanfaatkan momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember kemarin untuk meraup untung.

Shella Saukia, pelaku UMKM asal Banda Aceh, sukses memperkenalkan brand skincare-nya SSSKIN kepada masyarakat luas. Melalui brandnya ini, Shella ingin semakin banyak orang bisa mengakses produk skincare dengan harga yang terjangkau. Ia yakin, sumber daya lokal di Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan asing dalam menghasilkan produk skincare berkualitas.

Dalam momen “Beli Lokal 12.12” kemarin, Shella memanfaatkan platform TikTok untuk memperkenalkan produknya. Fokus di platform online, Shella memperkenalkan produk skincarenya dan juga memberikan edukasi tentang cara merawat kulit wajah bersama dengan tim kecilnya.

Pembawaannya yang ceria dan seru membuat banyak pengguna TikTok tertarik dan ingin ikut mencoba produknya. Shella pun akhirnya membuka akun TikTok dan berjualan di sana. Kegigihannya mencoba berbagai cara untuk menghasilkan konten yang seru di TikTok mulai membuahkan hasil. Ia menerima banyak sekali order, dengan hampir ribuan order setiap harinya.

"Satu hal yang membuat saya paling bangga dengan keberhasilan membangun SSSKIN di TikTok adalah semakin banyak lapangan kerja yang tersedia untuk orang lain. Mulai dari pegawai untuk membantu pengemasan, administrasi, pengurus gudang, hingga kurir pengiriman, saya senang sekali SSSKIN bisa memberikan banyak kesempatan kepada mereka untuk mencari nafkah," ungkap Shella Saukia.

Antusiasme para pegawai SSSKIN sangat terasa pada saat kampanye berlangsung, dan sesi live pun menjadi ajang temu kangen dengan para pelanggan setianya. Interaksi yang seru ini membantu SSSKIN mencetak penjualan hingga Rp 15 miliar dalam sehari. Pencapaian luar biasa ini membuat Shella semakin positif bahwa brand lokal bisa terus maju dengan platform online seperti TikTok.

Sudah banyak orang yang percaya dengan kualitas brand lokal, dan ketersediaan di platform online, serta interaksi yang real-time melalui live, dapat membantu brand lokal untuk menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia.

Berdasarkan pengalaman Shella, TikTok telah memberikan berbagai peluang bagi UMKM untuk mengembangkan wilayah operasional mereka, sekaligus memberikan kesempatan kepada jutaan orang di seluruh Indonesia untuk meningkatkan mobilitas sosial mereka.

133