Home Pemilu 2024 Partai Buruh Optimis Raih Minimal 2 Juta Suara di Jawa Barat

Partai Buruh Optimis Raih Minimal 2 Juta Suara di Jawa Barat

Bandung, Gatra.com - Partai Buruh menggelar konsolidasi akbar serikat pekerja serikat Buruh se-Jawa Barat di Bandung pada Rabu (27/12).

Ketua Exco Partai Buruh Jawa Barat, Suparno menjelaskan bahwa semua serikat buruh dan buruh se-Jawa Barat mendukung pemenangan Partai Buruh.

"Dalam konsolidasi ini, dari tingkat Pusat dihadiri oleh R Abdullah Ketua Umum FSPKEP KSPSI, Roy Jinto Ketua Umum FSPTSK KSPSI, Sabila Rosyad Sekjend FSPMI, dan Iwan Kusmawan Ketua SPN," ujar Suparno.

"Dalam konsolidasi itu juga dihadiri oleh pimpinan serikat pekerja tingkat Jawa Barat, antara lain, Dadan Sudiana Ketua SPN Jawa Barat sekaligus Sekretaris Partai Buruh Exco Partai Buruh; Suparno Ketua FSPMI Jawa Barat sekaligus Ketua Partai Buruh Exco Partai Buruh; Lilik dari Ketua PPMI Jawa Barat; Kris Ketua FSPKEP Jawa Barat, juga dihadiri oleh Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli dan Presiden Partai Buruh Said Iqbal," lanjutnya.

Konsolidasi akbar ini dihadiri 1.500 buruh dari seribu tigaratus pabrik se-Jawa Barat. Jumlah buruh beserta anggota keluarganya berkisar 2 juta orang.

"Oleh karena itu Partai Buruh di Jawa Barat menargetkan jumlah suara dari Jawa Barat adalah 2,5 juta orang," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini Ketua Umum FSPKEP KSPSI, R Abdullah menyampaikan, selama ini buruh menjadi PNS alias Penitip Nasib Sejati. Artinya, buruh menitipkan suaranya ke partai milik orang lain. Saat ini buruh sudah memiliki partai sendiri, maka dalam pemilu mendatang tidak ada pilihan lain, buruh harus memilih Partai Buruh.

"Ini agar buruh tidak terus-menerus menjadi penitip nasib," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FSPKEP KSPSI, Roy Jinto menegaskan bahwa buruh-buruh tekstil, sandang, dan kulit berkomitmen untuk memenangkan Partai Buruh. Menurutnya, kemenangan Partai Buruh akan memastikan lahirnya kebijakan yang berpihak pada kaum buruh. Bukan seperti sekarang, di mana aspirasi kaum buruh selalu saja diabaikan. Bahkan demo-demo besaran pun tidak pernah ditanggapi.

Sekjen FSPMI Sabila Rosyad juga mengatakan bahwa jika buruh berkuasa, maka rakyat akan sejahtera. Kesejahteraan itu tinggal selangkah lagi didapatkan dengan cara memilih Partai Buruh dalam Pemilu 2024.

"Kalau buruh memilih Partai Buruh, Insyaallah kesejahteraan bisa lebih mudah didapatkan. Karena buruh memegang kontrol atas pengambilan keputusan," tegasnya.

Dadan Sudiana sebagai Sekretaris Exco Partai Buruh Jawa Barat sekaligus panitia konsolidasi akbar ini mengatakan bahwa acara ini diselenggarakan untuk memastikan target Partai Buruh di Jawa Barat untuk mendapatkan minimal tujuh kursi DPR RI, satu fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan di setiap kabupaten/kota memiliki satu fraksi.

Hal itu selarah dengan penjelasan Presiden Partai Buruh Said Iqbal. Bahwa Jawa Barat adalah kota penentu kemenangan Partai Buruh. Karena Jawa Barat adalah kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan jumlah buruh formal kurang lebih 15 juta orang, sesuai data Disnaker Jawa Barat.

“Oleh karena itu, bagi Partai Buruh Jawa Barat adalah battleground atau pertarungan sengit pemenangan Partai Buruh sebagai kota industri di Indonesia. Kemenangan Jawa Barat berarti kemenangan Indonesia. Dan dari survey internal Partai Buruh, elektabilitas sudah tembus 4,78% di mana Jawa Barat menyumbang lebih dari 2%,” ujarnya.

“Oleh karena itu, isu upah (revisi SK Gubernur tentang upah minimum 2024), hapus outsourcing, reforma agraria, tolak omnibus law UU Cipta Kerja dan lain-lain adalah isu utama bagi konstitusi Partai Buruh,” lanjutnya.

Said Iqbal menegaskan, mogok nasional jutaan buruh sangat ditentukan oleh Keputusan Gubernur Jawa Barat untuk merevisi SK penetapan upah minium Jawa Barat. Partai Buruh Jawa Barat akan merebut tujuh kursi DPR RI.

63