Home Ekonomi Ekonom Indef Sebut Debat Capres dan Cawapres Belum Berikan Solusi Jitu Perekonomian RI

Ekonom Indef Sebut Debat Capres dan Cawapres Belum Berikan Solusi Jitu Perekonomian RI

Jakarta, Gatra.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa debat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Predisen (Cawapres) beberapa waktu lalu belum memberikan solusi yang kongkrit mengatasi perekonomian Indonesia ke depan.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti mengatakan bahwa, debat Capres yang telah berlangsung pada Jumat (22/12), lalu hanya membahas program-program pembangunan infrastuktur dan tidak fokus pada program Indonesia Emas 2045.

“Debat Cawapres pada tanggal 22 Desember kemarin ternyata belum memberikan suatu solusi yang jitu untuk perekonomian Indonesia. Saya katakan begitu karena pada saat ide-ide yang dikemukakan oleh para pasangan Cawapres itu belum membumi,” kata Esther dalam acara Diskusi Publik Ekonom Indef pada Kamis (28/12).

Sebagaimana diketahui pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yakni sebanyak 70% dari jumlah penduduk Indonesia dalamp usia produktif (15-64 tahun). Sedangkan 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Dengan demikian, untuk mengoptimalkan bonus demografi tersebut kata Esther membutuhkan bekal berupa investasi sumber daya manusia (SDM) yang cukup, modal yang besar hingga teknologi yang mumpuni. Namun, kenyataannya para kandidat cawapres pada debat kedua kemarin, menurutnya hanya fokus pada program pembangunan infrastuktur.

“Jadi tujuannya ingin Indonesia sebagai negara besar, Indonesia emas tahun 2045 dan kemudian menciptakan generasi emas karena adanya bonus demografi. Namun tidak dibekali invetasi SDM yang cukup. Karena beberapa programnya diarahkan ke masalah pembangunan ibu kota maupun infrstuktur, yang menurut saya bukan menjadi program yang prioritas,” imbuhnya.

Menurutnya untuk menjadi negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang besar pada 2045 membutuhkan modal yang besar, sehingga bisa keluar dari jeratan middle income trap.

“Nanun di sini kenyataanya selama 30 tahun kita masih terjebak pada middle income trap, sehingga argumen-argumen yang dikeluarkan pada debat cawapres pada 22 Desember mungkin perlu sentuhan gagasan dari pada ekonom,” jelasnya.

42