Home Ekonomi OJK: Bursa Karbon RI Cetak Nilai Perdagangan Rp30,91 Miliar per Desember 2023

OJK: Bursa Karbon RI Cetak Nilai Perdagangan Rp30,91 Miliar per Desember 2023

Jakarta, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, nilai perdagangan di bursa karbon Indonesia mencapai Rp30,91 miliar dengan volume perdagangan sebesar 494, 254 ton setara karbondioksida (CO2e) per Desember 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi merinci, nilai perdagagan tersebut di antaranya meliputi 30,38% di pasar reguler, 9,83% di pasar negosiasi, dan 59,79% di pasar lelang.

“Tentunya ke depannya potensi perdagangan bursa karbon diperkirakan masih akan meningkat mengingat saat ini sudah semakin banyak industri yang memiliki target net zero emission,” kata Inarno dalam Konferensi Pers Hasil RDK Bulanan Desember 2023, Selasa (9/1).

Menurut Inarno, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 29 Desember 2023 tercatat 46 pengguna jasa di bursa karbon yang mendapatkan izin. Hal itu mengalami peningkatan dibanding pada 30 November 2023 yaitu sebanyak 41 pengguna jasa.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah resmi Bursa Karbon Indonesia yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan penetapan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada 26 September 2023 lalu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan bahwa, Bursa Karbon Indonesia merupakan kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia melawan krisis akibat perubahan iklim karena hasil perdagangan karbon akan direinvestasikan pada upaya menjaga lingkungan khususnya pengurangan emisi karbon.

Dengan potensi karbon yang besar, Jokowi optimistis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia dengan tetap konsisten membangun dan menjaga ekosistem karbon di dalam negeri.

Adapun, Indonesia sendiri memiliki target menurunkan emisi GRK, sebesar 31,89% (tanpa syarat dan tanpa bantuan internasional) atau sebesar 43,2 (dengan dukungan internasional) dari tingkat emisi normalnya (atau business as usual) pada 2030.

38