Home Pemilu 2024 Ketua Dewan Pembina BAPER: Anak Muda Bisa Bawa Indonesia Jadi Negara Maju

Ketua Dewan Pembina BAPER: Anak Muda Bisa Bawa Indonesia Jadi Negara Maju

Jakarta, Gatra.com - Sensus Penduduk 2020 BPS menghitung jumlah penduduk usia produktif di Indonesia mencapai 186,77 juta orang dan diproyeksi bertambah 10 juta orang menjadi 196,13 juta orang pada 2025. BPS memproyeksi jumlah bonus demografi Indonesia meningkat menjadi 213,18 juta orang pada 2045 dan 213,41 juta orang pada 2050.

Melihat hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Barisan Pemuda Bersama Gibran (BAPER), Muhammad Lutfi Setiabudi mengatakan bahwa bonus demografi ini bisa menjadi kunci kemajuan Indonesia. Terlebih lagi BPS meyakini Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan angkatan kerja terbanyak di Asia. Hal ini, menurut Lutfi, tentu menjadi kekuatan tersendiri.

"Indonesia memiliki generasi muda yang signifikan. Ini adalah faktor kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Di tangan anak muda, Indonesia akan melesat dari negara berkembang menjadi negara maju," kata Lutfi dalam keterangannya, Rabu (24/1).

Namun, ia juga menyebut bahwa Indonesia harus jeli mengelola bonus demografi ini dengan sejumlah strategi. Sebagai contoh, kata dia, harus ada integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi untuk membekali anak muda dengan pengetahuan dasar tentang dunia bisnis. Pusat inkubasi kewirausahaan yang menyediakan ruang kerja, bimbingan bisnis, dan akses ke sumber daya yang mendukung inovasi pun perlu dikembangkan.

"Tak hanya integrasi pada pendidikan formal, program pelatihan kewirausahaan ekstra kurikuler atau program di luar kelas juga diperlukan untuk mengembangkan keterampilan dan mentalitas kewirausahaan. Dengan begitu, komunitas inovasi bisa terbentuk dan kolaborasi serta pertukaran ide bisa terjalin dengan natural," papar Lutfi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa generasi muda adalah generasi yang haus akan tantangan dan terbuka untuk melakukan kolaborasi pada berbagai pihak. Tantangan dan kolaborasi inilah yang menurutnya akan mendorong terciptanya keterampilan bagi generasi muda Indonesia baik milenial maupun Generasi Z.

Akan tetapi, kata Lutfi, untuk mendorong ide-ide inovatif, pengakuan kepada prestasi anak muda harus diberikan. Salah satunya dengan memberikan dukungan akselerasi bisnis bagi perusahaan-perusahaan startup yang menunjukkan potensi pertumbuhan. Untuk itu, gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP mendorong generasi muda baik milenial maupun Generasi Z untuk mendapat akses pembiayaan yang terjangkau.

Menurutnya, akses pada program pendanaan khusus untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang dimiliki oleh anak muda sangat diperlukan, termasuk akses pada jaringan investor dan mentor yang bersedia mendukung proyek-proyek kewirausahaan anak muda.

"Semua hal tersebut disadari benar oleh pasangan Prabowo-Gibran. Keduanya memiliki komitmen untuk melanjutkan serta memperkuat berbagai program kartu kesejahteraan yang sukses dijalankan oleh Presiden Joko Widodo. Terlebih untuk membantu anak muda, Prabowo-Gibran berjanji akan menyediakan Kredit UKM, Kredit Usaha Start Up, dan Kredit Milenial," ujar Lutfi.

Lutfi berharap dukungan ini secara langsung akan pula berdampak positif pada industri kreatif Indonesia. Sebab saat ini industri kreatif telah menjadi kekuatan yang makin berkembang dan memberikan kontribusi besar pada perekonomian negara.

Ia beranggapan bahwa dengan kekayaan budaya, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki anak muda, berbagai sektor dalam industri kreatif bisa terus tumbuh dan memberikan dampak positif. Sektor-sektor seperti fesyen dan desain, film dan animasi, musik dan seni pertunjukan, penerbitan dan media digital, hingga industri game dan permainan digital menjadi kekuatan industri kreatif anak muda.

Karena itulah, ekonomi kreatif di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 23,98 juta orang pada 2022 dan diperkirakan akan bertambah menjadi 24,7 juta orang pada 2024.

Sejalan dengan itu, pemerintah menargetkan nilai tambah dari ekonomi kreatif ke perekonomian nasional sebesar Rp1.347 triliun pada 2024. Angka tersebut lebih tinggi 5,3% dari target tahun ini yang sebesar Rp1.279 triliun.

Sementara, nilai ekspor dari produk ekonomi kreatif ditargetkan mencapai US$27,53 miliar atau sekitar Rp419,06 triliun (kurs Rp15.222/US$) pada 2024. Jumlah tersebut meningkat 4% dibandingkan target tahun 2023 sebesar US$26,46 miliar atau Rp402,8 triliun

Pentingnya sektor ekonomi kreatif bisa dilihat pula pada data dari Kementerian Perindustrian yang mencatat bahwa pada 2023 sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar 7,8% dari Produk Domestik Bruto Nasional (PDB). Menurut Lutfi, data itu menjadi bukti kontribusi signifikan sektor ini dalam perekonomian negara.

"Dengan mendukung industri kreatif anak muda kita bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan karena industri kreatif memberikan kontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja bagi para kreator, seniman, dan profesional di bidang tersebut yang pada akhirnya melahirkan pula produk kreatif Indonesia untuk pasar internasional,” ujar Lutfi.

38