Home Politik Respons Hasto HP Aiman Disita Saat Diperiksa Polri: Itu Abuse of Power

Respons Hasto HP Aiman Disita Saat Diperiksa Polri: Itu Abuse of Power

Jakarta, Gatra.com- Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya melihat ada indikasi penggunaan kekuasaan yang berlebihan dari aparat penegak hukum (APH) dalam proses pemeriksaan Juri Bicara (Jubir) TPN, Aiman Witjaksono.

“Kapasitas (Aiman) kan (diperiksa) sebagai saksi, sebagai saksi tidak boleh dilakukan penyitaan terhadap HP sehingga itu abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan),” ucap Hasto Kristiyanto saat menemui awak media di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Selasa (30/1).

Menanggapi proses hukum yang tengah berlangsung, Hasto menegaskan, PDIP selaku salah satu partai pengusung Ganjar-Mahfud menyatakan solidaritasnya. TPN pun diketahui akan mengerahkan 1.000 pengacara untuk membela Aiman.

Tidak hanya Aiman, seniman Butet Kartaredjasa juga kembali dilaporkan karena pementasan “Musuh Bebuyutan” di Yogyakarta, Rabu (24/1) lalu oleh relawan Projo ke Polda DIY.

Hasto menegaskan, apa yang dilakukan oleh Butet merupakan kritik yang disampaikan sebagai seorang budayawan. Terlebih, sebagai sosok yang dulu begitu dekat dengan Jokowi.

“Itu cara seorang budayawan mengekspresikan terhadap apa yang terjadi. Karena, beliau dekat secara emosional (dengan Jokowi),” ucap Hasto.

Sekjen PDIP ini mengatakan, Butet saat ini merasa kecewa kepada Jokowi yang pada akhir masa kepemimpinannya justru melakukan sejumlah hal yang dipertanyakan, seperti merekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi sampai melakukan sejumlah intimidasi.

“Untuk itu, ketika ada proses-proses terkait dengan hukum, sementara kebebasan berekspresi itu diberikan, maka kami juga akan menyampaikan solidaritasnya. Rakyat akan ikut membela, menyampaikan solidaritas,” tegas Hasto.

Ia menekankan, proses hukum seperti yang dialami oleh Butet dan Aiman seharusnya tidak perlu terjadi jika Presiden Jokowi tidak menyatakan keberpihakan pada paslon tertentu. Hasto pun menyinggung kegiatan Presiden Jokowi akhir-akhir ini yang sarat muatan politik.

“Bahkan, di dalam putaran-putaran akhir Pemilu, yang seharusnya seorang pemimpin itu melindungi segenap bangsa dan negara dan seluruh tumpah darah Indonesia, Pak Jokowi lebih asyik berada di Jawa Tengah,” kata Hasto lagi.

Akhir-akhir ini, Presiden Jokowi memang sering terlihat di Jawa Tengah. Jokowi dan Prabowo terlihat makan bakso bersama usai keduanya meresmikan Graha Utama Akmil di Magelang pada Senin (29/1).

Sementara, pada hari sebelumnya, Minggu (28/1) Jokowi juga terlihat sarapan bersama dengan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono di Yogyakarta.

38