Home Politik Tak Mau Tragedi 98 Terulang, Ganjar Tegaskan Demokrasi Harus Dijaga

Tak Mau Tragedi 98 Terulang, Ganjar Tegaskan Demokrasi Harus Dijaga

Jakarta, Gatra.com – Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo mengingatkan semua pihak untuk menjaga demokrasi yang makin hari makin memprihatinkan. Ganjar menegaskan, Tragedi 1998 tidak boleh terjadi lagi.

Ganjar mengatakan, demokrasi yang ada saat ini merupakan warisan sekaligus investasi yang sangat mahal. Pasalnya, Indonesia harus melalui berbagai peristiwa kelam untuk mencapai kondisi seperti sekarang.

"Konsistensi ini perlu dikawal karena investasi demokrasi mahal sekali. Pada 98 kota ini terbakar, jangan sampai itu terulang lagi, sekali lagi jangan sampai itu terulang lagi," ujar Ganjar saat berorasi di acara 'Indonesia Berg3ma' di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (2/2).

Ganjar tidak ingin Indonesia kembali mengalami huru-hara karena kebobrokan demokrasi seperti yang terjadi di tahun 1998 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.

Ia meminta, pelaksanaan demokrasi, terutama dalam suatu pemerintahan harus berjalan dengan sehat dan konsisten. Untuk itu, Ganjar menegaskan pentingnya peran pemimpin tertinggi negara untuk menjadi teladan bagi seluruh rakyat.

"Ketika kita akan berdemokrasi maka berikan ruang untuk berkontestasi dengan sehat. Setuju ya? Kalau kita mau bicara semuanya mesti konsisten, siapa yang boleh netral dan boleh berpihak. Tidak boleh saling tuker-tukeran begitu," imbuhnya.

Mantan Gubernur Jawa Tengah ini pun mengapresiasi seluruh perguruan tinggi yang telah menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi demokrasi di Indonesia hari ini.

Ganjar mengatakan, hal ini harus menjadi peringatan untuk penyelenggaraan demokrasi yang lebih sehat di masa Pemilu 2024 ini.

"Perjalanan demokrasi kita hari ini lagi mendapatkan tantangan. Tapi, saya bangga juga karena kampus mulai bangun dari tidurnya. Mulai dari UGM, UII, dan UI. Tadi saya dengar UNPAD dan Trisakti sudah siap-siap," ucap Ganjar lagi.

78