Home Kesehatan Setelah Transplantasi Jantung Babi, Kini Ginjal

Setelah Transplantasi Jantung Babi, Kini Ginjal

Tokyo, Gatra.com - Sebuah tim Jepang mengatakan pada hari Selasa (6/2)bahwa mereka sedang merencanakan sebuah studi klinis untuk mentransplantasikan ginjal babi untuk sementara waktu ke bayi yang belum lahir. Janin ini didiagnosi menderita penyakit ginjal parah. Jika berjalan sesuai rencana, akan menjadi kasus pertama transplantasi hewan ke manusia.

Tim yang terdiri dari Fakultas Kedokteran Universitas Jikei ini sedang berusaha untuk mengajukan permohonan persetujuan kepada komite yang ditunjuk oleh pemerintah pada awal tahun ini setelah melalui tinjauan etika di fasilitas tempat transplantasi akan dilakukan, seperti dilaporkan laman Kyodo.

Untuk mengatasi masalah etika, kelompok ahli tersebut, yang juga mencakup Pusat Nasional untuk Kesehatan dan Perkembangan Anak, berencana untuk mengadakan kuliah terbuka untuk mendapatkan pemahaman dari masyarakat sebelum mengajukan permohonan.

Berdasarkan rencana tersebut, seorang anak yang belum lahir yang didiagnosis dengan potter sequence, penyakit di mana penderitanya tidak dapat menghasilkan cukup urin, akan ditransplantasikan dengan ginjal berukuran 2 milimeter yang diambil dari janin babi 30 hari setelah pembuahan, kata tim tersebut.

Penyakit ini menyebabkan janin menjadi tertekan karena jumlah cairan ketuban berkurang selama kehamilan, yang mengakibatkan kerusakan paru-paru, gangguan perkembangan dan kelainan bentuk anggota tubuh.

Dalam operasi tersebut, ginjal babi disuntikkan melalui suntikan hipodermik di bawah kulit punggung bayi yang belum lahir sekitar empat minggu sebelum tanggal jatuh tempo, sehingga janin dapat memproduksi urin, kata tim tersebut.

Setelah bayi lahir, air seni yang dihasilkan oleh ginjal babi yang ditransplantasikan akan dilepaskan melalui tabung yang dimasukkan ke dalam punggung bayi.

Ginjal babi akan diangkat beberapa minggu kemudian jika berat badan bayi sudah mencapai berat badan yang memungkinkannya menjalani perawatan dialisis, kata tim tersebut.

Meskipun operasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Jepang, transplantasi babi ke manusia telah dilakukan di Amerika Serikat.

Sebuah tim di New York University mengatakan bahwa mereka mentransplantasikan ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik ke dalam tubuh manusia pada tahun 2021, sementara University of Maryland mengatakan bahwa tahun lalu timnya melakukan transplantasi jantung babi kedua pada pasien yang dianggap tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung tradisional.

17