Home Regional Ayah dan Anak di Pati Sukses Nyaleg, Dulang Suara Tinggi

Ayah dan Anak di Pati Sukses Nyaleg, Dulang Suara Tinggi

Pati, Gatra.com- Ayah dan anak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dimungkinkan menjadi anggota legislatif, setelah menang telak di dapil masing-masing setelah hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Keduanya adalah Suwito caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dapil 5  dan anaknya yang bernama Mohammad Dyan Aulia Burhanuddin yang menjadi caleg dapil 1 dari partai yang sama.

Suwito meyakini, bakal duduk di kursi DPRD Pati pada periode 2024-2029 setelah mendapatkan hasil penghitungan suara dari tingkat kecamatan pada Sabtu malam (24/2). Di dapil 5, ia sukses mendulang sebanyak 15.436 suara.

"Ini kita dapat dari PPK se-Kabupaten Pati, mulai dari dapil 1 hingga 5. Kita juga udah punya file-nya jadi aman dan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya, Senin (26/2).

Ia mengungkapkan, PPP bakal mendapatkan sebanyak enam kursi di DPRD Pati pada Pemilu kali ini. Hasil ini, disebutkan tidak akan berubah hingga final.

"Secara defacto PPP mendapatkan enam kursi dan Insyaallah menduduki salah satu pimpinan kursi di DPRD Pati. Tanggal 29-2 penghitungan di KPU, hasil ini Insyaallah tidak akan berubah karena hasil ini sudah final karena semua partai sudah dapat semua hasil ini dan sudah ditandatangani semua PPK dan saksi," bebernya.

Sementara, Mohammad Dyan Aulia Burhanuddin tidak menyangka sukses meraup suara sebanyak 6.631 di dapil 1. Mengingat, baru kali ini ia terjun di dunia politik di usianya yang terbilang sangat muda.

"Meski baru terjun saya sebagai caleg optimis. Kalau kekhawatiran tetap ada, tetapi kami tetap optimis. Alhamdulillah kita punya relawan yang sangat banyak," terangnya.

Kesusksesannya tidak lepas dari program-program yang pro kepada Gen Z dan milenial. Termasuk mengusung program yang sangat ramah terhadap kalangan santri di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.

"Kedepan kita menyusun program untuk generasi muda, karena generasi banyak yang merasa yang tidak diperhitungkan. Kalangan santri juga sangat kita perhatikan. Kami banyak sosialisasi dengan terjun langsung ke masyarakat mendengarkan keluhan di lapangan," pungkasnya.

73