Home Politik Ketua TKN Fanta Bicara Soal Menteri Muda di Kabinet Prabowo-Gibran

Ketua TKN Fanta Bicara Soal Menteri Muda di Kabinet Prabowo-Gibran

Solo, Gatra.com - Ketua Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta) Muhammad Arief Rosyid Hasan berbicara mengenai kabinet yang akan disusun Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ia percaya bahwa dalam kabinet Prabowo-Gibran, akan diisi dengan banyak sosok muda.

"Saya banyak ketemu dengan teman-teman, Pak Prabowo menggandeng Mas Gibran karena komitmennya terhadap anak muda tinggi. Harapannya ke depan, komitmen ini bisa menetes ke bawah," katanya dalam acara Pidato Kebudayaan Gerbong Pemuda dan Visi Indonesia Emas 2045 di Pendopo Javanologi UNS, Rabu (28/2) malam.

Saat ini ada 30-an kementerian dan lembaga yang terkoneksi dengan agenda kepemudaan. Sementara jumlah anak muda di Indonesia juga mencapai ratusan juta. Sehingga akan banyak dari anak muda yang berpotensi mengisi jabatan-jabatan tersebut.

Di sisi lain, Arief meyakini jika pasangan calon (Paslon) Prabowo-Gibran diyakini memiliki komitmen untuk melibatkan anak muda.

"Jadi kita sabar saja, tapi sekali lagi, ketika Pak Prabowo menggandeng Mas Gibran adalah komitmen yang terang benderang. Keduanya pasti menggandeng anak muda," tuturnya.

Sementara mengenai komposisi kabinet, dipastikan komposisinya 50 persen senior dan 50 persennya anak muda. Komposisi ini juga bisa diisi oleh para partai koalisi.

"Banyak partai yang punya organisasi sayap kepemudaan. Partai-partai pasti banyak stok yang bisa diberikan kesempatan," ucapnya.

Sementara bicara mengenai kondisi anak muda saat ini, Arief menilai anak muda harus lebih banyak diasah. Khususnya mengenai bidang budaya.

"Harusnya anak muda bisa lebih memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, tak hanya digunakan untuk belanja online atau baca status orang, tapi anak muda harus bisa memanfaatkan teknologi, salah satunya media sosial," ujarnya.

Sebab media sosial ini bisa menjadi kanal untuk menyampaikan inspirasi dan untuk menyebar kebaikan. "Tapi yang disampaikan harus kabar baik, kabar perdamaian. Harusnya anak muda itu ya menulis, bukan hanya forward. Tapi mendistribusikan pikirannya. Sekarang anak muda itu harus baca," imbuhnya.

74