Home Ekonomi PKS Desak Pemerintah Segera Selesaikan Masalah Penumpukan Barang Kiriman PMI

PKS Desak Pemerintah Segera Selesaikan Masalah Penumpukan Barang Kiriman PMI

Jakarta, Gatra.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah agar terus berupaya memberikan apresiasi kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam bentuk relaksasi kebijakan pengiriman barang dengan diimbangi peningkatan kualitas layanan.

"Relaksasi dan kemudahan bagi PMI yang mengirimkan barangnya ke Indonesia harus dilakukan sebagai apresiasi dan penghargaan bagi para PMI. Langkah ini harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/4).

Netty menekankan agar pemerintah memperlakukan PMI selayaknya pahlawan devisa yang telah memberikan kontribusi pada perekonomian negara.

"Barang yang mereka kirimkan ke Indonesia tentunya sebatas oleh-oleh atau hadiah untuk keluarga. Para PMI ini ingin berbagi kebahagiaan jelang lebaran. Jangan sampai para pahlawan devisa ini mengalami kesulitan saat ingin mengirimkan barang tersebut," terangnya.

Maka itu, Netty mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan masalah penumpukan barang kiriman PMI di TPS tersebut karena adanya pemeriksaan Bea Cukai yang berlarut-larut.

"Penyelesaian masalah penumpukan barang ini harus segera dipercepat agar para PMI tenang dan tidak was-was akan nasib barang kirimannya yang sudah berbulan-bulan dikirim. Sebenarnya paket tersebut mereka kirim dengan harapan akan bisa diterima sebelum Lebaran. Akibat lama di gudang TPS, PMI juga ikut menanggung biaya penyimpanan yang tentunya akan sangat memberatkan PMI," katanya.

Kendati demikian, politisi PKS ini mengingatkan pemerintah agar waspada pada oknum yang mengambil kesempatan di tengah kesulitan.

"Waspadai para oknum yang ingin menghindari biaya pajak impor barang dengan memanfaatkan perlakuan khusus atau relaksasi bagi para PMI ini," ujarnya.

"Jangan sampai kemudahan bagi PMI dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mencari celah keuntungan secara tidak bertanggung jawab," tambahnya.

18