Home Ekonomi Inflasi Bawang Merah Meroket 30,75% pada Lebaran 2024

Inflasi Bawang Merah Meroket 30,75% pada Lebaran 2024

Jakarta, Gatra.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, komoditas Bawang Merah mengalami inflasi tertinggi di April 2024 yakni sebesar 30,75% secara bulanan (month to month/mtm).

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, Bawang Merah menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar pada Komoditas pangan, setelah kelompok Makanan Minuman dan Tembakau mengalami deflasi pada April 2024.

“Dengan inflasi 30,75 persen Bawang Merah memberikan andil inflasi sebsar 0,14 persen,” kata kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/5).

Amalia menjelaskan, inflasi pada Komoditas Bawang Merah terjadi karena menurunnya suplay bawang merah di beberapa wilayah. Inflasi ini adalah yang tertinggi selama periode Januari 2021 hingga April 2024.

“Sejalan dengan laporan BMKG Maret 2024 curah hujan sangat tinggi terjadi di Jawa Tengah bagian utara, kami mencatat peristiwa ini berdampak pada harga bawang merah di April 2024,” jelas Amalia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kenaikan harga komoditas bawang Merah disebabkan terganggunya produksi di daerah sentra produksi, karena banjir di sepanjang Pantura seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, Grobogan, Pati dan daerah lainnya.

Untuk diketahui, inflasi bulan April 2024 turun menjadi 0,25% secara bulanan (mtm) dibanding dengan bulan sebelumnya yakni Maret yang berada di level 0,52%. Sedangkan secara tahunan (yoy) sebesar 3% dan secara tahun kalender sebesar 1,19%.

21