Home Liputan Haji Upan Supian Jemaah Pertama yang Wafat, PPIH Badalhajikan Jemaah yang Meninggal, Ini Kriterianya

Upan Supian Jemaah Pertama yang Wafat, PPIH Badalhajikan Jemaah yang Meninggal, Ini Kriterianya

Madinah, Gatra.com- Upan Supian, 71 tahun, mengalami henti jantung di pintu 4 Masjid Nabawi, Senin, 13/5. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan program badal haji sebagai bagian dari layanan yang disiapkan bagi jemaah yang memenuhi kriteria.

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama Akhmad Fauzin menjelaskan, ada tiga kelompok jemaah yang bisa dibadalhajikan. Pertama, jemaah yang wafat di asrama haji Embarkasi atau Embarkasi Antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Arab Saudi, atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah.

“Kedua, jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Ketiga, jemaah yang mengalami gangguan jiwa,” kata Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (14/5).

Fauzin menyampaikan, pelaksanaan badal haji melalui sejumlah tahapan. Pertama, pendataan jemaah wafat sampai dengan 9 Zulhijjah jam 11.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kedua, penyiapan petugas badal haji di Kantor Daker Makkah. Ketiga, petugas badal haji diberangkatkan ke Arafah pada pukul 11.00 WAS pada 9 Zulhijjah.

“Keempat, petugas badal haji melaksanakan wukuf dan dilanjutkan rangkaian ibadah haji yang bersifat rukun dan wajib, sampai dengan seluruh raangkaiannya selesai dan diakhiri dengan bercukur sebagai tanda tahallul,” jelas Fauzin.

Tahap selanjutnya, ujar Fauzin, petugas badal haji menandatangani surat pernyataan telah selesai melaksakan tugas badal haji. PPIH Arab Saudi lalu menerbitkan sertifikat badal haji. “Sertifikat badal haji diserahkan ke petugas kloter (kelompok terbang) untuk diberikan ke keluarga jemaah yang dibadalkan,” ujarnya.

“Pelaksanaan badal haji tidak dipungut biaya atau gratis,” tegasnya.

PPIH Arab Saudi, kata Fauzin, terus mengimbau para jemaah haji, khususnya lansia, untuk tetap menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas di luar ruang. Saat ini, kondisi cuaca di Madinah sangat panas, dengan suhu mencapai 40 derajat celcius.

“Khusus jemaah lansia, jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah. Jangan memaksakan diri jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan salat berjamaah di Masjid Nabawi. Jemaah bisa menunaikan salat jamaah di hotel, untuk menghindari kelelahan,” pesannya.

“Jangan sungkan untuk meminta bantuan petugas, sejak di embarkasi, selama penerbangan, hingga di Tanah Suci. Bila mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan, segera hubungi Petugas Haji Indonesia,” tandasnya.

12.072 Jemaah Tiba di Madinah

Berdasarkan laporan PPIH Arab Saudi, sampai 13 Mei 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 01.00 WIB, jemaah yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 12.072 orang yang terbagi dalam 30 kelompok terbang (kloter).

Hari ini, terdapat 19 kloter, dengan 7.064 jemaah haji yang diterbangkan ke Madinah, dengan rincian sebagai berikut:

1. Embarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.440 jemaah/4 kloter
2. Embarkasi Medan (KNO) sebanyak 360/1 kloter
3. Embarkasi Batam (BTH) sebanyak 450/1 kloter
4. Embarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
5. Embarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324/1 kloter
6. Embarkasi Bekasi (CGK) sebanyak 1.320 jemaah/3 kloter
7. Embarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
8. Embarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 440 jemaah/ 1 kloter
9. Embarkasi Pondok Gede (CGK) sebanyak 393 jemaah/ 1 kloter
10. Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.484 jemaah/ 4 kloter
11. Embarkasi Pondok Gede (CGK) sebanyak 393 jemaah/ 1 kloter

66