Home Internasional Mahasiswa AS Pro-Palestina, Khamenei: Kalian Berada di Lembar Sejarah yang Benar

Mahasiswa AS Pro-Palestina, Khamenei: Kalian Berada di Lembar Sejarah yang Benar

Teheran, Gatra.com - Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei mengirimkan surat kepada para mahasiswa pro-Palestina di seluruh Amerika Serikat, memuji perjuangan mereka dan menganggapnya sebagai bagian dari gerakan perlawanan global.

Ayatollah Khamenei menyampaikan pesan kepada ribuan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa dan mendirikan tenda di kampus dan sekolah mereka sebagai bentuk protes atas kejahatan genosida yang masih berlangsung oleh rezim Israel terhadap Gaza.

"Ini adalah pesan empati dan solidaritas kami kepada kalian. Kalian berdiri di sisi yang benar dari sejarah yang halamannya sedang dibuka," tulisnya.

"Kalian kini menjadi bagian dari gerakan perlawanan, dan telah memulai perjuangan yang mulia [meskipun] di bawah tekanan kejam pemerintah kalian yang secara terang-terangan membela rezim Zionis," tambahnya.

Ayatollah menyebut tujuan di balik perjuangan ini adalah menghentikan penindasan terhadap rakyat Palestina yang telah terjadi selama puluhan tahun.

"Genosida [yang sedang dilakukan] oleh rezim Zionis apartheid hari ini adalah kelanjutan dari penindasan," kata Pemimpin Khamenei.

Menggambarkan proses pemusnahan tanah Palestina, Ayatollah Khamenei mencatat bagaimana kapitalis Zionis, yang dibantu oleh pemerintah Inggris, secara bertahap mengirimkan ribuan teroris ke Palestina setelah Perang Dunia. Mereka membunuh dan mengusir puluhan ribu warga Palestina sebelum membentuk rezim Israel di sana.

Ayatollah Khamenei menggambarkan Amerika Serikat sebagai pendukung terbesar rezim penjajah tersebut.

Pemerintahan AS, kata Khamenei, telah memberikan dukungan politik, ekonomi, dan militer yang terus menerus kepada rezim tersebut dan bahkan dengan ceroboh membuka jalan produksi senjata nuklir.

"Pemerintahan AS dan mitra-mitranya bahkan tidak sekalipun mengernyitkan dahi atas aksi terorisme rezim ini dan penindasan yang tak ada henti-hentinya," tulis surat tersebut.

Sementara itu, lembaga-lembaga media Amerika dan Eropa, yang dipengaruhi oleh keuangan Zionis, telah menggambarkan perlawanan rakyat Palestina sebagai tindakan terorisme.

Ayatollah Khamenei kemudian mempertanyakan apakah suatu bangsa, yang membela diri terhadap penjajah Zionis di tanah airnya sendiri, akan dianggap sebagai teroris.

Situasi ini, kata Khamenei, akan secara berubah dan nasib yang berbeda menanti kawasan Timur Tengah.

"Banyak hati nurani telah terbangun dalam skala internasional dan kebenaran sedang terungkap. Front perlawanan juga telah menjadi kuat dan akan menjadi [bahkan] lebih kuat," bunyi surat Ayatollah Khamenei.

"Halaman-halaman sejarah sedang dibuka. Saya berempati dengan kalian, para pemuda, dan menghargai keteguhan kalian, " tambahnya.

77