BPRD DKI Usul Naikkan Pajak Parkir 30%

Tarif parkir kendaraan roda empat akan naik 30 persen (ANTARA/Rivan Awal Lingga/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Pajak (tarif) parkir off street di Jakarta diusulkan dari 20% menjadi 30%. Kebijakan tarif parkir untuk menekan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta dan pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum.


Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Edi Sumantri mengatakan, kenaikan tarif parkir berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam UU itu, pemerintah daerah berhak menetapkan tarif parkir maksimal 30%.
 
"Menaikkan tarif parkir ini untuk menekan laju pertumbuhan kendaraan," ungkap Edi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/8).

Jika cara itu tidak berhasil, BPRD akan menaikkan tarif per jam parkir kendaraan bermotor yang belum melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Tarifnya bisa lima kali lipat dari tarif parkir biasa.

"Misalnya di Mal ada kendaraan bermotor yang belum lunas pajaknya masuk ke area parkir off street mall itu, maka tertera tarif parkirnya Rp 25 ribu pada jam pertama. Lalu jam kedua sebesar Rp 30 ribu, jam ketiga Rp 35 ribu, begitu seterusnya. Ini sedang disusun aturannya," kata Edi.

Jenis pajak lain yang akan dinaikkan Pemprov DKI adalah Pajak Penerangan Jalan (PPJ). Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2009, tarif PPJ ditetapkan setinggi-tingginya 10%.


Besaran PPJ masih diangka 2,4%. Edi mengatakan, DKI Jakarta kalah dengan Depok yang sudah menerapkan PPJ sebesar 8% dan Tangerang sebesar 6%.


"Daerah lain rata-rata sudah diatas 6%. Jadi kami menyusun raperda untuk menaikkan PPJ. Bisa saja untuk rumah tangga 3% dan bisnis 5%. Paling tidak setinggi-tingginya naik jadi 6%," papar Edi.
Draft raperda kenaikan pajak BBN-1 dan parkir, draft raperda kenaikan PPJ sedang menunggu penjadwalan Bamus DPRD DKI. Edi berharap semuanya bisa diberlakukan November 2017 ini.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article

Tagged under