Djarot: Tarif Parkir Pinggir Jalan Harus Lebih Mahal

Tarif parkir kendaraan roda empat di Jakarta akan naik 30 persen (ANTARA/Rivan Awal Lingga/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Pemprov DKI mengusulkan kenaikan tarif parkir off street di Jakarta sebesar 30%. Kebijakan itu untuk mendorong pengguna transportasi pribadi di Ibu Kota beralih ke transportasi umum.


Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan, saat ini transportasi umum sudah baik, seperti Transjakarta dan kereta rel listrik (KRL). Ditambah lagi pemerintah sedang membangun transportasi umum berbasis rel.

"Tujuan kita meminta pemilik kendaraan untuk menggunakan transportasi umum. Kita betul-betul revitalisasi Transjakarta, rutenya sudah banyak, sebentar lagi ada MRT ditambah LRT. KRL juga sudah bagus," ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Politisi PDIP ini mengatakan, tarif parkir on street (pinggir jalan) harus lebih mahal daripada off street (dalam gedung). Ditambah dengan kenaikan pajak lainnya, seperti BBN-1 dan PPJ.
 
"Kalau tetap menggunakan kendaraan tentunya pajak harus gede terutama yang di pinggir jalan. Itu harus lebih mahal daripada parkir yang di gedung," kata Djarot.

Diberitakan, Dinas Pajak dan Retribusi Daerah (DPRB) DKI mengusulkan kenaikan tarif parkir off street 30%. Kenaikan tarif itu sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dimana pemda berhak menetapkan tarif parkir maksimal 30%.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article

Tagged under