Lurah: SWRO Pulau Untung Jawa Belum Maksimal

Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). (GATRAnews/Abdul Rozak/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Warga Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, belum sepenuhnya merasakan manfaat Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Fasilitas penyulingan air laut menjadi air tawar itu dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp 11,5 milyar.


Debit air hasil penyulingan SWRO di Pulau Untung Jawa hanya 50 kubik meter per hari. Sedianya, SWRO itu mampu memproduksi air tawar untuk konsumsi sebesar 625 meter kubik dalam satu hari.

"Kalau satu rumah butuh 1 meter kubik per hari, berarti cuma bisa 50 rumah. Sedangkan di sini (Pulau Untung Jawa) ada 500 rumah dengan 2.400 warga," ujar Lurah Pulau Untung Jawa Ade Slamet kepada wartawan, Ahad (13/8).

SWRO di Pulau Untung Jawa jauh tertinggal dibanding fasilitas serupa di pulau lainnya. Ade mencontohkan, SWRO di Pulau Tengah sudah bisa menghasilkan air tawar untuk ratusan rumah dengan debet yang melimpah.

Warga Pulau Untung Jawa, sambung Ade, enggan menggunakan air hasil penyulingan itu untuk konsumsi. Warga biasanya menggunakan untuk mandi, mencuci dan kegiatan lainnya.

"Masyarakat di sini enggak mau konsumsi air dari SWRO, paling untuk cuci piring, mandi, siram tanaman dan lainnya. Mereka lebih memilih air dari RO (Reserve Osmosis) atau air tanah," tutup Ade.

SWRO Untung Jawa dibangun pada tahun 2013-2015 oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR bersama Pemprov DKI Jakarta dan diresmikan pada Februari 2017. Kemudian diserahterimakan kepada Pemprov DKI dan dikelola oleh PAM Jaya.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article

Tagged under