PAM Jaya Ungkap Kenapa SWRO Untung Jawa Tidak Maksimal

Sea Water Reserve Osmosis (SWRO) di Pulau Untung Jawa (GATRAnews/Abdul Rozak/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan Sea Water Reserve Osmosis (SWRO) di Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, belum beroperasi secara optimal. Debit air hasil penyulingan hanya 50 meter kubik per hari.


Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat mengakui SWRO Pulau Untung Jawa hanya 50 meter kubik per hari. Alhasil, warga di pulau itu belum seluruhnya merasakan manfaat SWRO.

"Memang tidak ada optimal. PAM Jaya ditugaskan untuk mengelola SWRO tapi ada beberapa bagian SWRO kewenangannya di Kementerian PUPR," ujar Erlan kepada awak media, Ahad (13/8).

SWRO di Pulau Untung Jawa dibangun Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2013-2015. Nilai proyek pembangunan SWRO mencapai Rp 11,5 milyar.

Erlan mencontohkan membran di SWRO Pulau Untung Jawa adalah kewenangan Kementerian PUPR. Membran merupakan teknologi inti dari sistem SWRO berasal dari Amerika Serikat.

"Sudah serah terima, tapi banyak pula catatannya. Misalnya soal membran di SWRO itu adalah kewenangan PUPR. Kalau rusak mereka yang ganti dan pasti itu lama sekali. Jadi pengoperasiannya itu masih 8 jam," sambung Erlan.

PAM Jaya, kata Erlan, menugaskan bagian teknik untuk mengkaji pengadaan membran untuk SWRO. Dengan demikian, operasional SWRO di Pulau Untung Jawa bisa maksimal.

"Kita sudah tugaskan bagian teknik untuk mengkalkulasi pengadaan membran. Maka kalau bagian intinya itu rusak kita masuk ke sana. Bisa lebih cepat," pungkas Erlan.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article