Jakarta Semakin Macet, Larangan Sepeda Motor Tidak Akan Mundur

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ANTARA/Rosa Panggabean/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Uji coba perluasan larangan sepeda motor di Ibu Kota akan dilaksanakan September 2017. Sepeda motor dilarang melintas mulai dari Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Senayan.


Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan, perluasan tidak akan menunggu sejumlah infrastruktur yang sedang dibangun di Jakarta selesai. Hal itu karena lalu lintas di Jakarta semakin macet.

"Sekarang kan lagi dibangun, macetnya sudah enggak karu-karuan," ujar Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/8).

Djarot menolak perluasan larangan sepeda motor itu disebut kebijakan diskriminatif. Pasalnya, kebijakan ganjil genap guna membatasi kendaraan roda empat akan diperluas hingga ke Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Selama ini, ganjil genap hanya berlaku di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Senayan pada waktu tertentu. Dengan demikian, kata Djarot, tidak ada kebijakan yang diskriminatif.

"Kan motor dilarang, kita juga perluas ganjil genap," pungkas mantan Wali Kota Blitar.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article