Antasari Azhar (Antara/Rosa Panggabean/AK9) Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar kembali santer diusulkan agar diangkat sebagai Jaksa Agung oleh
Universitas Negeri Jakarta (kampusunj.com/HR02) Jakarta, GATRAnews - Menyikapi plagiarisme yang terjadi di Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Juru Bicara Forum Alumni (Forluni) UNJ
Helikopter AW 101 (ANTARA/Widodo S Jusuf/HR02) Jakarta, GATRAnews - Kontroversi seputar pengadaan helikopter AgustaWestland (AW) 101 semakin melebar. Majalah Keadilan yang mengupas tentang
Proyek MRT (ANTARA/Wahyu Putro/HR02) Jakarta, GATRAnews - Pemprov DKI meminta kejelasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait lahan Kampung Bandan untuk depo mass rapid transit (MRT) fase II. MRT
Koordinator Aliansi Dosen UNJ, Robertus Robert (tengah) di kantor Ombudsman (GATRAnews/VRU) Jakarta, GATRAnews - Kehebohan terjadi lagi di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah
Proyek MRT Jakarta tahap I koridor Selatan-Utara (Antara/Muhammad Adimaja/yus4) Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta menyetujui pembiayaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) fase II dengan rute
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ANTARA/Rosa Panggabean/HR02) Jakarta, GATRAnews - Uji coba perluasan larangan sepeda motor di Ibu Kota akan dilaksanakan September 2017. Sepeda motor

DPRD Setujui Pembiayaan MRT Bundaran HI-Kampung Bandan

Proyek MRT Jakarta tahap I koridor Selatan-Utara (Antara/Muhammad Adimaja/yus4)

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta menyetujui pembiayaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) fase II dengan rute Bundaran Hotel (HI)-Kampung Bandan. Pembiayaan itu berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 25,11 trilyun, Jumat (25/8) malam.


Selain fase II, dewan menyetujui biaya tambahan untuk fase I sebesar Rp 2,56 trilyun. Biaya tambahan untuk peningkatan koefisen ketahanan gempa dan banjir sepanjang Lebak Bulus-Bundaran HI. 

Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana mengakui persetujuan pembiayaan MRT fase II dan biaya tambahan berlangsung alot. PT MRT Jakarta diminta menjelaskan sejumlah persoalan kepada 106 anggota DPRD DKI Jakarta.

"Ada beberapa persoalan krusial, seperti kenapa biaya konstruksi di fase I itu Rp 1 trilyun per km, di fase II jadi Rp 2,7 trilyun per km. Itu yang harus dijelaskan PT MRT Jakarta," ujar Triwisaksana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

DPRD menyoroti masalah tarif yang dipatok Rp 13.000-15.000 untuk setiap perjalanan. Kemudian pengembangan Transit Oriented Development di Kampung Bandang untuk hunian vertikal oleh PT MRT Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta.

Triwisaksana menambahkan, DPRD mempertanyakan integrasi antar-moda ke depan yaitu MRT, Light Rail Transit (LRT), Commuter Line dan Transjakarta. Supaya masyarakat menikmati transportasi yang terintegrasi.

"Kita ingin semua moda terkoneksi, tidak terputus-putus. Supaya preseden integrasi yang keliru antara Koridor 13 Transjakarta dengan MRT di Stasiun Sisingamangaraja tidak terulang lagi," sambung dia.

Surat persetujuan DPRD atas pembiayaan MRT fase II ditandatangani Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Surat itu segera dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri, kemudian diteruskan ke Bappenas.

Pembiayaan MRT fase I-II berasal dari pinjaman luar negeri, Japan International Cooperation Agency (JICA). Dengan masa pengembalian dicicil selama 40 tahun oleh pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta.

MRT fase I membentang sepanjang 16 km mulai dari Lebak Bulus-Bundaran HI. Biaya pembangunan fase ini kurang lebih Rp 16-18 trilyun.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article