Bantul Longsor dan Banjir, Petani Bawang Merah Rugi Ratusan Juta

Yogyakarta,GATRAnews -  Akibat hujan yang menguyur Minggu (19/3) malam hingga Senin (20/3) pagi, sejumlah kawasan di Bantul mengalami longsor. Sedangkan petani bawang merah di kawasan selatan DI Yogyakarta mengalami  kerugian hingga ratusan juta karena areal tanamnya terkena banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mendata sembilan titik longsor di tiga kecamatan yaitu Imogiri, Piyungan, dan Banguntapan.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan longsor terjadi karena derasnya hujan dalam waktu lama. “Selain longsor, beberapa tanggul dan talut ambrol karena banjir dari utara,” katanya, Senin (20/3).

Dua kejadian terparah terjadi di Desa Selopamioro, Imogiri. Dua rumah rusak parah dan akses jalan desa tertutup. Jalan desa di Desa Sitimulyo, Piyungan juga tertutup longsor. Kerusakan talut sungai terjadi di Desa Karangtalun, Imogiri, dan Desa Singosaren, Bangutapan.

“Penanganan sudah dilakukan warga bersama relawan dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) serta Ikatan Komunitas Bencana (IKB). BPBD juga sudah mengirimkan bantuan logistik,” jelas Dwi.

Sementara itu, di kawasan Kecamatan Kretek, puluhan hektar lahan yang ditanami bawang merah terendam banjir hingga Senin sore. Petani memastikan dengan kondisi ini mereka gagal panen.

“Selain banjir dari saluran irigasi, tingginya air yang turun dari bukit di sisi timur juga menambah debit air. Karena sungai penuh, akhirnya air merendam tanaman bawang merah yang baru berumur 15 hari,” kataK etua Kelompok Tani Ngudi Makmur, Samiran.

Samiran menyatakan sementara ini laporan lahan yang terendam mencapai 20 hektar dengan kerugian awal Rp200 juta.



Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Share this article