40% Bus AKAP Rute DI Yogyakarta Tak Layak Jalan

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar (kanan) (ANTARA/Hendra Nurdiansyah/HR02)

Yogyakarta,GATRAnews - Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan 40% Bus AKAP Rute DI Yogyakarta Tak Layak Jalan(Kemenhub) Pudji Artanto menemukan bis tidak layak jalan di Terminal Giwangan, DI Yogyakarta. Sekitar 40% armada bis dengan rute antar kota antar provinsi (AKAP) yang keluar masuk Giwangan diperkirakan tidak layak jalan.

Temuan ini diketahui Pudji saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Giwangan pada Minggu (18/6) siang. Tiga armada rute AKAP diketahui tidak dilengkapi sabuk keselamatan dan penunjuk kecepatan.

“Apa yang kami temukan di Giwangan ini tergolong pelanggaran kriteria kelayakan jalan yang fatal. Bisa dibayangkan, dengan kondisi menempuh perjalanan jauh, namun keselamatan diabaikan. Makannya banyak kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bis,” jelas Pudji.

Dari laporan yang diterimanya, Pudji menyatakan dari 340 bus AKAP yang keluar masuk Giwangan per hari, sebanyak 40% dinyatakan tidak layak jalan dan dilarang beroperasi hingga melengkapi kekurangannya. Kebanyakan bis yang tidak layak jalan di Giwangan ini berasal dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan temuan ini, Pudji mengaku kecewa kepada perusahaan otobis (PO) yang hanya mementingkan pendapatan tanpa memperhitungkan keselamatan penumpang. Sebab keselamatan penumpang tidak tergantung sepenuhnya dari uji berkala 6 bulan sekali, namun juga dari pemeriksaan rutin mekanik PO.

“Secara nasional, menjelang lebaran tahun ini kami mencatat 20% bis AKAP tidak layak jalan. Separuhnya resmi dinyakan tidak boleh beroperasi karena sama sekali tidak ada rem yang berfungsi dengan benar, tidak memiliki ban cadangan, ban gundul, dan sebagainya,” lanjutnya.

Untuk bis yang ditemukan saat sidak Giwangan, Pudji meminta pengelola terminal memasang stiker khusus dengan tujuan memberitahu penumpang kondisi kendaraan terakhir. Mereka diminta mengurus kelengkapan sebelum mudik Lebaran meningkat pada pertengahan pekan depan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Bhekti Zunanta pihaknya sebelumnya rutin melakukan pemeriksaan kepada bus yang keluar masuk.

“Setiap hari petugas kami melakukan pemeriksaan pada 70 bis. Kondisi ini disebabkan keterbatasan anggota,” ujarnya.

Sebagai antisipasi, pengelola Terminal Giwangan memasang sensor di pintu masuk dan pintu keluar yang akan berbunyi jika ada armada yang uji kirnya kadaluarsa.




Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Share this article