Presiden Joko Widodo akan membangun jembatan di Magelang (Setpres/HR02) Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meninjau jembatan gantung Mangunsuko, di Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun,
Hingga Senin sore, petani masih bertahan di tenda pengungsian untuk menolak pengurukan tanah Puskesmas sebelum nilai kompensasi disepakati . (Foto: GATRA/Ridlo Susanto/AK9) Cilacap, GATRAnews
Satu diantara tiga alat berat yang disita ESDM Jateng dan Polres Banyumas, sebagai barang bukti (BB) penambangan liar pasir Serayu. (GATRA/Ridlo Susanto/AK9) Banyumas, GATRAnews – Tim Gabungan
Pembangunan serentak 700 jamban Purbalingga dalam gerakan Stop BABS. (GATRA/Ridlo Susanto/AK9) Purbalingga, GATRAnews – Sebanyak 700 jamban dibangun serentak dalam sehari di lima Desa Kecamatan
Prajurit bregada ala tim SMA 3 Yogyakarta melintas dalam pawai di ajang Festival Bregada SMA di sekitar kawasan Kotabaru, Yogyakarta, Sabtu (16/9). (GATRA/Arif Koes H/AK9) Yogyakarta,GATRAnews -
Jumpa media ajang wirausaha sosial yang digelar UGM di Gedung UGM, Sabtu (16/9). (GATRA/Arif Koes/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - Sebanyak 20 tim dari tujuh negara Asean berkompetisi di Asean Young
  Kapolres Banyumas, AKBP Azis Ardiansyah. (GATRAnews/Ridlo Susanto/yus4) Banyumas, GATRAnews – Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah berhasil mengungkap jeringan pengedar psikotropika, atau

Hama Wereng Serang Ratusan Hektar Padi di Purbalingga

Populasi wereng batang coklat yang tak terkendali menyebabkan tanaman kerdil. Beberapa lainnya, mati. (Foto: GATRAnews/Ridlo Susanto/AK9)

Purbalingga, GATRAnews –Ratusan hektar tanaman padi di Purbalingga, Jawa Tengah terserang hama wereng batang coklat (WBC). Hama wereng menyerang berbagai usia yang menyebabkan penurunan produktivitas tanaman hingga puso.

Kepala Dinas Pertanian Purbalingga, Lily Purwati mengatakan dari area saat ini serangan hama wereng sudah terdata menyerang sekitar 283,44 hektar. Dari angka itu, luas serangan ringan 259,40 hektar, sedang 15,14 hektar, berat 4 hektar dan puso 8,9 ha. Daerah yang mengalami serangan terberat adalah Kecamatan Padamara yang memiliki luasan lahan 2450 hektar.

Lily mengungkap, musim tanam April-September (Asep) tahun ini, serangan hama dan penyakit pertanian naik cukup signifikan, terutama hama wereng batang coklat. Perubahan cuaca dan anomali iklim menjadi salah satu penyebab merebaknya hama wereng batang coklat.

"Selain itu, pengendalian hama sporadis, kurangnya predator alami dan berbagai faktor lain juga berkontribusi terhadap meningkatnya serangan," ujarnya, Sabtu (15/7).

Wereng batang coklat, ujar Lily, merupakan salah satu hama berbahaya pada tanaman padi lantaran mampu menimbulkan kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kerusakan secara langsung terjadi karena hama ini mempunyai kemampuan menghisap cairan tanaman yang menyebabkan daun menguning, kering dan akhirnya mati yang dikenal dengan gejala hopperburn.

“Serangan WBC juga menyebabkan perkembangan akar merana dan bagian tanaman yang terserang menjadi terlapisi oleh jamur,” jelasnya.

Lebih lanjut Lily menjelaskan, serangan WBC juga menimbulkan kerusakan secara tidak langsung kerena serangga ini merupakan vektor penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. WBC merupakan hama yang sejak tahun 1985 telah mengancam target swasembada beras.

“Wereng merupakan hama padi yang paling berbahaya dan paling sulit dikendalikan. Sulitnya memberantas hama padi ini lantaran wereng batang coklat mempunyai daya perkembangbiakan yang cepat dan cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan,” ungkapnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengendalikan serangan, diantaranya, pengamatan hama secara berkala, langkah pencegahan melalui gerakan tanam serempak, penanaman refugia (tanaman pengendali hama) juga bantuak insektisida untuk pengendalian jika sudah terjadi serangan.

"Saat ini juga sudah dibentuk brigade alsintan di Kabupaten dan di setiap kecamatan berpusat di BPP yang sudah dibekali dengan alat semprot dan omprongan tikus untuk pengendalian hama secara terpadu," ujar Lily.

Dia mengimbau agar petani petani bergotong royong untuk mengendalikan serangan hama secara terpadu. Dia juga berharap agar petani mulai menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan agar tanaman resisten terhadap perubahan iklim.



Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Share this article