Kapal Penangkap Ikan Terbalik di Pantai Kebumen, 19 Selamat, 1 Hilang

Regu Basarnas Cilacap melakukan briefing dan doa bersama sebelum melakukan proses pencarian. (GATRAnews/Ridlo Susanto/HR02)

Cilacap, GATRAnews – Tim SAR Gabungan hingga hari ini, Minggu (16/7) terus melakukan pencarian Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Berkah Melimpah Jaya, bernama Badrin, yang tenggelam di perairan selatan Pantai Karangbolong Kabupaten Kebumen, Kamis malam (13/7). Dalam kejadian itu, 19 Anak Buah Kapal (ABK) selamat, sementara, satu orang dinyatakan hilang.

Humas Basarnas Pos SAR Cilacap, Saeful Anwar mengatakan dalam pencarian ini pihaknya hanya bisa melakukan penyisiran darat. Pasalnya, saat ini gelombang Pantai Selatan Jawa masih tinggi dan berbahaya bagi pelayaran. Apalagi, lokasi kapal terbalik berada di delapan mil laut dari bibir pantai.

“Yang belum ketemu atas nama Badrin, asal Cilacap. Untuk pencarian kan hanya penyisiran darat, soalnya TKP sangat jauh sekitar 8 mil dari garis pantai,” kata Saeful, Minggu sore (16/7) kepada GATRA.

Saeful mengungkapkan, untuk manarik kapal dari Pantai Logending saja, kata Saeful, pihaknya membutuhkan waktu hingga sembilan jam. Hal itu disebabkan gangguan pelayaran akibat gelombang tinggi akhir-akhir ini.

“Untuk perjalanan untuk penjemputan kapal kemarin saja kita membutuhkan waktu delapan hingga sembilan jam,” ujarnya.

Dalam pencarian ini, Basarnas bekerjasama dengan Potensi SAR yang ada di Kebumen dan Cilacap, antara lain Polres Kebumen, Polair Kebumen, Polair Cilacap, TNI AL Kebumen dan Cilacap, dan HNSI Cilacap, serta masyarakat nelayan setempat.

“Kita sudah koordinasi dengan Lanal Cilacap dan Pos Lanal di Logending. Kendalanya sekarang ombak sedang lumayan (tinggi). Berkoordinasi tentang biodata korban, termasuk ciri-cirinya, agar nanti jika ditemukan segera dilaporkan ke Basarnas,” jelasnya.



Saeful menjelaskan, kapal khusus penangkap cumi itu terbalik dihantam gelombang tinggi di Perairan Selatan Kebumen, Kamis malam sekira pukul 22.45 WIB. Kapal itu dihantam gelombang tinggi ketika berlayar dari Cilacap menuju perairan Kupang, Nusa Tengga Timur.

Saeful menjelaskan, 19 ABK termasuk nahkoda, telah pulang ke rumah masing-masing setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Cilacap. Sementara, Kapal Berkah Melimpah Jaya sudah ditarik ke Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) III.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan jawa. Prakirawan BMKG, Ratna Cintya Dewi mengatakan di perairan pantai, gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Selataan Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta.

“Di lepas samudera, gelombang antara 4-6 meter berpotensi terjadi di perairan antara Cilacap hingga Yogyakarta,” tandas Cyntia.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Share this article