Presiden Joko Widodo akan membangun jembatan di Magelang (Setpres/HR02) Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meninjau jembatan gantung Mangunsuko, di Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun,
Hingga Senin sore, petani masih bertahan di tenda pengungsian untuk menolak pengurukan tanah Puskesmas sebelum nilai kompensasi disepakati . (Foto: GATRA/Ridlo Susanto/AK9) Cilacap, GATRAnews
Satu diantara tiga alat berat yang disita ESDM Jateng dan Polres Banyumas, sebagai barang bukti (BB) penambangan liar pasir Serayu. (GATRA/Ridlo Susanto/AK9) Banyumas, GATRAnews – Tim Gabungan
Pembangunan serentak 700 jamban Purbalingga dalam gerakan Stop BABS. (GATRA/Ridlo Susanto/AK9) Purbalingga, GATRAnews – Sebanyak 700 jamban dibangun serentak dalam sehari di lima Desa Kecamatan
Prajurit bregada ala tim SMA 3 Yogyakarta melintas dalam pawai di ajang Festival Bregada SMA di sekitar kawasan Kotabaru, Yogyakarta, Sabtu (16/9). (GATRA/Arif Koes H/AK9) Yogyakarta,GATRAnews -
Jumpa media ajang wirausaha sosial yang digelar UGM di Gedung UGM, Sabtu (16/9). (GATRA/Arif Koes/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - Sebanyak 20 tim dari tujuh negara Asean berkompetisi di Asean Young
  Kapolres Banyumas, AKBP Azis Ardiansyah. (GATRAnews/Ridlo Susanto/yus4) Banyumas, GATRAnews – Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah berhasil mengungkap jeringan pengedar psikotropika, atau

Kapal Penangkap Ikan Terbalik di Pantai Kebumen, 19 Selamat, 1 Hilang

Regu Basarnas Cilacap melakukan briefing dan doa bersama sebelum melakukan proses pencarian. (GATRAnews/Ridlo Susanto/HR02)

Cilacap, GATRAnews – Tim SAR Gabungan hingga hari ini, Minggu (16/7) terus melakukan pencarian Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Berkah Melimpah Jaya, bernama Badrin, yang tenggelam di perairan selatan Pantai Karangbolong Kabupaten Kebumen, Kamis malam (13/7). Dalam kejadian itu, 19 Anak Buah Kapal (ABK) selamat, sementara, satu orang dinyatakan hilang.

Humas Basarnas Pos SAR Cilacap, Saeful Anwar mengatakan dalam pencarian ini pihaknya hanya bisa melakukan penyisiran darat. Pasalnya, saat ini gelombang Pantai Selatan Jawa masih tinggi dan berbahaya bagi pelayaran. Apalagi, lokasi kapal terbalik berada di delapan mil laut dari bibir pantai.

“Yang belum ketemu atas nama Badrin, asal Cilacap. Untuk pencarian kan hanya penyisiran darat, soalnya TKP sangat jauh sekitar 8 mil dari garis pantai,” kata Saeful, Minggu sore (16/7) kepada GATRA.

Saeful mengungkapkan, untuk manarik kapal dari Pantai Logending saja, kata Saeful, pihaknya membutuhkan waktu hingga sembilan jam. Hal itu disebabkan gangguan pelayaran akibat gelombang tinggi akhir-akhir ini.

“Untuk perjalanan untuk penjemputan kapal kemarin saja kita membutuhkan waktu delapan hingga sembilan jam,” ujarnya.

Dalam pencarian ini, Basarnas bekerjasama dengan Potensi SAR yang ada di Kebumen dan Cilacap, antara lain Polres Kebumen, Polair Kebumen, Polair Cilacap, TNI AL Kebumen dan Cilacap, dan HNSI Cilacap, serta masyarakat nelayan setempat.

“Kita sudah koordinasi dengan Lanal Cilacap dan Pos Lanal di Logending. Kendalanya sekarang ombak sedang lumayan (tinggi). Berkoordinasi tentang biodata korban, termasuk ciri-cirinya, agar nanti jika ditemukan segera dilaporkan ke Basarnas,” jelasnya.



Saeful menjelaskan, kapal khusus penangkap cumi itu terbalik dihantam gelombang tinggi di Perairan Selatan Kebumen, Kamis malam sekira pukul 22.45 WIB. Kapal itu dihantam gelombang tinggi ketika berlayar dari Cilacap menuju perairan Kupang, Nusa Tengga Timur.

Saeful menjelaskan, 19 ABK termasuk nahkoda, telah pulang ke rumah masing-masing setelah sebelumnya sempat dirawat di RS Cilacap. Sementara, Kapal Berkah Melimpah Jaya sudah ditarik ke Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) III.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan jawa. Prakirawan BMKG, Ratna Cintya Dewi mengatakan di perairan pantai, gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Selataan Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta.

“Di lepas samudera, gelombang antara 4-6 meter berpotensi terjadi di perairan antara Cilacap hingga Yogyakarta,” tandas Cyntia.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Share this article