BNN Jogja Akan Habisi Bandar Narkoba

Pemusnahan barang bukti narkoba di BNN DIY. (GATRA/Arif Koes/FT02)
Yogyakarta, Gatra.com- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DI Yogyakarta menyatakan ingin "menghabisi" pemasok narkoba ke wilayahnya seperti penembakan mati terhadap bandar narkotika asal Magelang, Bob, pada 22 Oktober lalu.
 
“Tindakan tegas kami lakukan karena kami ingin memperbaiki peringkat DI Yogyakarta. Tahun lalu kita peringkat pertama penggunaan narkoba di tingkat pelajar dan mahasiswa se-Indonesia,” kata Kepala BNNP DI Yogyakarta Brigjen Pol Triwarno Atmojo saat pemusnahaan barang bukti 3,2 kilogram sabu-sabu, Selasa (14/11) di kantornya.
 
Sedangkan dari pengguna kalangan umum, DI Yogyakarta menduduki peringkat ke delapan secara nasional. Triwarno menyatakan kebanyakan kasus narkotika di DI Yogyakarta didominasi oleh pengguna, bukan pemasok.
 
Triwarno mengatakan bandar bernama Bob adalah bandar besar yang mendapat pasokan dari Jakarta untuk kemudian dikemas dalam paket 100 gram.
 
“Kalau saya turun ke lapangan, saya pasti akan habisi para pelaku, daripada menyusahkan karena harus menahan, memberi makan, dan mengurusi hal-hal lainnya. Kematian adalah hukuman yang tepat karena mereka perusak generasi bangsa,” katanya.
 
Triwarno mengatakan, ancaman itu tidak main-main dan ditujukan kepada semua bandar yang menjadi pemasok ke DI Yogyakarta. Ia beralasan, tidak ingin generasi muda di DI Yogyakarta rusak.
 
"Jangan seperti China pada 1930-an yang gagal karena generasi mudanya terperangkap candu. China saat itu menjadi contoh yang nyata bagaimana candu merusak negara,” kata Triwarno.
 
Dengan cara itu, ia ingin peringkat pengguna narkoba DI Yogyakarta menurun dalam dua tahun ke depan.
 
Kabid Pemberantasan BNNP DI Yogyakarta AKBP Mujiyaana menyatakan pihaknya memusnahkan  3,2 kilogram narkotika dengan nilai total Rp4,5 miliar.
 
“Termasuk barang bukti penangkapan tiga tersangka di Bandara Adisutjipto yang ingin menyelundupkan sabu-sabu dari Pekanbaru ke Balipapan seberat 3 kilogram,” katanya.
 
Terkait perkembangan kasus itu, Mujiyana menyatakan saat ini BNNP masih mencari perempuan berinisial W yang dari keterangan tersangka menjadi dalang utama aksi pengiriman itu.
 

 
Reporter : Arif Koes
 
Editor : Mukhlison

Share this article