BPBD Mulai Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Angin Puting Beliung

Petugas BPBD dan Sukarelawan Sedang Membantu Korban Bencana Angin Puting Beliung (Gatra/Ridlo Susanto)

Banyumas, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah mulai mendistribusikan bantuan untuk ratusan korban puting beliung di empat desa di dua kecamatan wilayah ini, Minggu (14/1). Dalam kejadian itu, sedikitnya 300 rumah rusak akibat terjangan puting beliung yang disertai dengan hujan lebat, Kamis sore (11/1/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

 


Empat desa yang terdampak puting beliung itu adalah Desa Klapagading Wetan, Klapagading Kulon, dan Banteran Kecamatan Wangon serta Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang. Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, pada hari Minggu ini, pihaknya mulai mendistribusikan bahan bangunan dan logistik untuk penanganan bencana. Sementara, pada dua hari pertama pasca-bencana, BPBD fokus pada penanganan awal dan penyingkiran pohon yang menimpa rumah penduduk.

Kusworo menjelaskan, pendistibusian bantuan baru dilakukan pada hari ke-tiga pasca-puting beliung lantaran pada dua hari pertama setelah bencana BPBD fokus pada penanganan awal. Penanganan awal itu berupa penyingkiran material dan pepohonan yang menimpa rumah penduduk.

Penananganan bencana memerlukan waktu yang lama lantaran jumlah rumah yang rusak amat banyak. Penyingkiran pohon pun hanya dilakukan dengan cara manual. BPBD dan relawan gabungan mengerahkan tujuh belasan senso (potong kayu) untuk memotong pohon yang menimpa rumah.

“Ini saking banyaknya. Jadi butuh waktu. Kami juga masih memvalidasi jumlah pasti yang terdampak,” ujarnya, Minggu (14/1).  Kusworo menerangkan, BPBD Banyumas mendistribusikan bahan bangunan rumah (BBR) dan logistik untuk kerja bakti masyarakat dan relawan. Para relawan berasal dari MDMC, Tagana Banyumas, Pramuka, RAPI dan sejumlah kelompok relawan lainnya.

Seorang relawan, Akhmad Fadli mengatakan mengatakan puting beliung menerjang tiga RW di Desa Klapagading, yakni RW 8, RW 6 dan RW 5. Terparah terjadi di RW 8. Di wilayah itu, puluhan pohon tumbang dan menimpa rumah penduduk. “Ada rumah yang ambruk, milik Bapak Tumin, RW 6,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan, sejak Kamis petang, warga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri dan relawan kelompok lainnya mulai mengevakuasi phon-pohon yang tumbang. Namun, lantaran keterbatasan alat dan gelap, penanganan dilanjutkan pada Jumat.

Sementara, Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Chandra mengatakan pada Kamis malam, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) masih mengungsi lantaran rumahnya tak bisa ditempati. Pasalnya, pohon yang tumbang menimpa rumah belum disingkirkan dari atap.

“Yang 20 rumah ini sama sekali tidak bisa ditempati. Karena memang, pohon-pohon masih ada di atap rumah,” ujar Heriana.

Heriana menambahkan, penanganan bencana puting beliung hingga Minggu masih dilakukan. Pada dua hari pertama penanganan, relawan banyak terhambat ketika menyingkirkan pepohonan yang menimpa rumah penduduk. Pasalnya, diperlukan alat khusus untuk menyingkirkan pohon berukuran besar yang menimpa rumah. Meski tak sampai menyebabkan korban jiwa, namun diperkirakan kerugian akibat bencana ini mencapai ratusan juta rupiah.


 

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Hendri Firzani

Share this article