Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Ratas Evaluasi Pelaksanaan PSN dan Proyek Strategis Provinsi Papua(Setkab/Humas/Jay/re1) Jakarta, GATRAnews- Sejumlah tantangan masih harus
Razia cipta kondisi Polresta Jayapura (GATRAnews/KAtharina Lita/HR02) Jayapura, GATRAnews - Upaya cipta kondisi di Kota Jayapura terus dilakukan oleh Polres Jayapura Kota beserta jajarannya. Tak
Jakarta, GATRAnews - Balai Arkeologi Papua meminta dilibatkan dalam rencana pembangunan patung Tuhan Yesus di Bukit Swaja, Kampung Kayu Batu, Kota Jayapura. Pasalnya, di lokasi itu terdapat situs
Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait (kemeja putih) saat berusaha menenangkan massa (GATRAnews/dok) Jayapura, GATRAnews – Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait dan Ajudannya, Bipda Nyoman
Masyarakat di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya (Gatra/Katharina Lita/AK9) Jayapura, GATRAnews - Kondisi Serda Matroji dan Prada Kamandanu, anggota Yonif 751/Raider yang terkena rekoset peluru oleh
Jayapura, GATRANews - Genggaman tangan Hofni Kerebea, 21 tahun, siswa Secaba Bintara Kodam XVII/Cenderawasih tak pernah lepas dari tangan sang mama. Seakan-akan rasa rindu itu tak bisa lagi
Petugas KPK membawa sejumlah dokumen dari Kantor Gubernur Papua beberapa waktu lalu (GATRAnews/Katharina Lita/HR02) Jayapura, GATRAnews - Gubernur Papua, Lukas Enembe pasang badan, pasca anak

Gempa 7,2 SR Membuat Warga Memberamo Raya Panik

Jakarta, GATRAnews - Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang Papua pada pukul 04:41:23, Selasa (28/7), membuat warga Memberamo Raya, yang merasakan guncangan kuat, panik dan berhamburan ke luar rumah karena takut tertimpa bangunan.

"BMKG melaporkan telah terjadi gempa 7,2 SR. Pusat gempa di darat pada kedalaman 49 KM. Gempa tidak berpotensi tsunami," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui pesan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta.

Pusat gempa terdapat di 75 kilometer (KM) Tenggara Mamberamo Raya, 81 KM Timur Laut Tolikara, 99 KM Barat Laut Mamberamo Tengah. Posko BNPB telah mengkonfirmasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua yang melaporkan gempa dirasakan sangat kuat selama 4 detik sehingga masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah.

"Belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Wilayah yang sulit dijangkau dan keterbatasan aksesibilitas, menyebabkan kesulitan pemantauan. BPBD Provinsi Papua masih berkoordinasi dengan BPBD dan aparat setempat. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo.

Berdasarkan gempa yang dirasakan, tercatat di Jayapura II-III MMI, Sarmi IV MMI, Wamena III MMI, Sentani II-III, dan Biak II-III. Artinya, gempa dirasakan lemah di daerah-daerah di luar pusat gempa.

Wilayah di utara daratan Provinsi Papua, seperti di Kabupaten Yapen, Waropen, Jayapura, dan Mamberamo rawan gempa. Di wilayah ini ada sesar aktif, yaitu Sesar Yapen bergerak ke barat-timur rata-rata 2-5 cm per tahun, dan Sesar Mamberamo. Berdasarkan sejarah gempa, di daerah ini pernan terjadi gempa besar seperi gempa 7,9 pada tahun 1926 dan 8,1 tahun 1971.

Daerah Indonesia bagian Timur rawan gempa dan tsunami. Namun terbatasnya riset mengenai gempa dan tsunami, juga infrastruktur kebencanaan di daerah ini, menyebabkan belum dapat ditemukenali karakteristik gempa dan tsunami.

"Begitu juga dengan mitigasi bencana juga masih terbatas dibandingkan dengan daerah di Indonesia bagian Barat. Ada baiknya Kementerian Ristek dan Dikti, lembaga-lembaga riset nasional (BPPT, BMKG, Badan Geologi, LIPI, dan lainnya) mengalokasikan anggaran yang memadai untuk meningkatkan riset kebencanaan di daerah ini," kata Sutopo.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

{jcomments on}

Share this article