Badan POM Bongkar Penyelundupan Makanan

Riau, GATRAnews - Tim penyidik Badan Pom membongkar upaya penyelundupan makanan ilegal di wilayah Selat Panjang, Riau belum lama ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, Badan POM memang sedang menggalakan operasi untuk memberantas peredaran makanan ilegal di seluruh wilayah Indonesia.

Pekan lalu, Badan POM melakukan operasi tangkap tangan (OTT) produsen pangan ilegal di daerah Tangerang, minggu ini Tim Penyidik Badan POM yang dipimpin langsung Kepala Badan POM kembali mengungkap pelanggaran terkait pangan ilegal di Selat Panjang, Riau.

Pada operasi tersebut, Badan POM menemukan lebih dari 20 truk pangan ilegal yang mengangkut makanan bayi, susu, minuman ringan, dan biskuit dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 5 miliar.

Temuan ini merupakan hasil kerja sama Balai Besar POM (BBPOM) di Pekanbaru, Kepolisian Daerah Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai.

“Badan POM berkomitmen untuk memberantas peredaran produk ilegal termasuk palsu dan tidak memenuhi syarat. Di mana pun produk ilegal beredar, Badan POM hadir untuk memberantasnya”, tegas Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Sabtu,(18/3).

"Berkat kerja sama dengan Polda, Bea Cukai dan Kejati Riau, kami berhasil mencegah peredaran pangan ilegal di Riau dan sekitarnya"sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Penindakan yang didukung oleh Mabes POLRI, NCB Interpol serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini merupakan bagian dari partisipasi Indonesia dalam Operasi Opson VI tahun 2017.

"Ini merupakan operasi serentak di dunia yang dikomandoi Interpol dan Europol dengan target makanan dan minuman ilegal, palsu, dan sub-standar serta kejahatan terorganisir di balik perdagangan gelap,"tambahnya.

Pelaksanaan operasi Opson dilatar belakangi oleh tindak pemalsuan, penyelundupan, dan penggelapan produk pangan yang masuk atau beredar di Indonesia.

Pelaku diduga melanggar Pasal 142 Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan sanksi berupa pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda 4 miliar rupiah.

Disamping itu Penyidik POLRI akan mendalami kemungkinan adanya pelanggaran penyelundupan barang dari luar negeri serta kemungkinan adanya dugaan pelanggaran pajak.

“Badan POM dan Kejaksaan Agung sepakat untuk memberikan hukuman yang maksimal bagi siapa saja yang melakukan kejahatan di bidang Obat dan Makanan," tegasnya.

Menurutnya, Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas, "ingat selalu "Cek KLIK". Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, cek informasi produk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan pastikan tidak melebihi masa Kedaluwarsa," katanya.


Reporter: Wanto
Editor: Nur Hidayat

Share this article

Tagged under