FNP Calon Komisioner KPU-Bawaslu Terkendala Surat Bamus

Jakarta, GATRAnews - Meski tinggal hitungan bulan berakhirnya masa jabatan Komisioner KPU dan Bawaslu (12 April 2017), hingga kini Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) belum menggelar fit and proper test (FNP) terhadap para calon komisioner yang baru.

 
Kendalanya, menurut Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali, surat penugasan Badan Musyawarah (Bamus) belum masuk ke meja pimpinan.

"Kami belum bisa menjadwalkan (FNP), karena surpresnya belum ada, itu rapat lain. Jadi kita menunggu surat dari Bamus, dari Bamus menugaskan ke kita, nah itu baru kita akan lakukan," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/3).
 
Komisi II, sambung politisi Golkar ini, juga tidak bisa 'menjemput bola' berinisiatif menggelar FNP terhadap nama-nama calon komisioner tersebut. Bamus, harus memberikan surat penugasan baru FNP bisa dijalankan.
 
"Ya kami enggak berani (Inisiatif gelar FNP) kalau enggak ada surat, tiba-tiba ditugaskan kepada kami. Kan enggak mungkin kita merancang? Alokasinya sudah kita siapkan, alokasi waktunya, tapi kami tidak punya otoritas karena ininya (Surat) belum ada," tambah dia.
 
Amali juga tetap optimis soal FNP yang dilaksanakan meski waktu jabatan komisioner yang lama tinggal sebulan lagi. Berkaca pada FNP yang digelar Komisi I DPR terhadap 32 calon duta besar yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya, FNP calon komisioner KPU-Bawaslu bisa dilakukan dalam waktu yang singkat.
 
"Bisa aja ini kita selesaikan dalam satu hari kalau sepakat, ya bisa dong. Dari pagi sampai malem, kan berapa, cuma 24 orang. Kita jejerin 7 orang 7 orang sekali, kan bisa? Waktu FNP duta besar kita jejerin 5-5 sampai selesai, enggak ada masalah, yang penting sepakat," demikian Amali.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Share this article

Tagged under