Menristek Dikti Hadiri Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme di Fakultas Kedokteran UKI (GATRAnews/M. Rozak/yus4) Jakarta, GATRAnews - Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia diminta menghidupkan
Fadli Zon (Antara/Sigid Kurniawan/yus4) Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon angkat bicara terkait wacana pembubaran Kodim dan Koramil yang dilontarkan Gubernur Lemhanas, Letjen Agus
Syafii Maarif (GATRA/Arif Koes H/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif melihat isu kebangkitan komunisme dan Partai Komunis Indonesia di Indonesia
Herawati yang didampingi Riza Deliansyah menyerahkan dana beasiswa kepada siswa. (GATRAnews/Dok. AI) Jakarta, GATRAnews - Sebanyak delapan orang perwakilan siswa berprestasi dari 4.000 anak yang
Jakarta, GATRAnews - Keberadaan Gedung "Green Building' Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan pengakuan dari Majalah Gatra untuk kategori konservasi energi dalam acara
Herawati yang didampingi Riza Deliansyah menyerahkan secara simbolis beasiswa kepada delapan orang perwakilan siswa berprestasi dari 4.000 anak penerima beasiswa yang merupakan anak karyawan dari
aktivis Ampuh Demo di Kantor LBH Jakarta (Foto: Kino) Jakarta, GATRAnews - Sejumlah aktivis yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (Ampuh), Kamis (14/9) siang menggelar aksi di kantor

Anggota BIN Dilarang Kenakan Celana Cingkrang, PKS: Disiplin Organisasi

Surat Edaran BIN yang melarang anggotanya mengenakan ciri-ciri tertentu (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Muhammad Nasir Djamil menilai, larangan celana di atas mata kaki, berjanggut dan berambut panjang bagi anggota Badan Intelijen Negara (BIN) tidak boleh dikaitkan dengan paham radikalisme. Selama ini, orang dengan ciri di atas selalu diasosiasikan dengan radikalisme tertentu.

 
“Ini enggak ada kaitannya, orang berjenggot dianggap radikal. Mungkin orang bisa menghubung-hubungkan ini terkait kamu berjenggot yang selama ini diidentikan paham radikalisme. Mudan-mudahan tidak ada kaitannya ke sana. Ini murni konteks disiplin organisasi atau atribut pegawai di dalam organ tersebut,” jelas Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (18/5).
 
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, larangan ini merupakan bentuk disiplin dari pimpinan BIN bagi para anggotanya. Selama itu tidak mengganggu kinerja intelijen, maka sah-sah saja.
 
“Enggak ada masalah, enggak ganggu kinerja kalau orang tidak berjenggot atau masih tetap seperti itu. Tidak masalah,” terang dia.
 

Untuk diketahui, BIN mengeluarkan Surat Edaran yang berisi larangan memelihara janggut, berambut panjang dan mengenakan celana di atas mata kaki (Cingkrang) bagi para pegawainya. Surat tersebut bernomor SE-28/V/2017.
 
Surat edaran itu berisi empat poin. Pertama, dasar dikeluarkan surat, yaitu mengindahkan perintah pimpinan BIN, serta keseragaman cara berpakaian dan berpenampilan sebagai pegawai BIN.
 
Kedua, pemberitahuan kepada seluruh pegawai BIN khususnya yang setiap hari berdinas di kantor Pejaten agar tidak memelihara janggut dan rambut panjang serta memakai celana cingkrang (celana di atas mata kaki).
 
Ketiga, meminta para pemimpin satuan kerja dapat menindaklanjuti surat edaran itu. Dan keempat penutup. Surat edaran dikeluarkan pada 15 Mei 2017 dan ditandatangani oleh Sekretaris Utama (Sestama) BIN Zaelani.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor: Arief Prasetyo

Share this article

Tagged under