Kebakaran DPR RI, Rieke: Arsip Dokumen Pansus Angket Pelindo II Harus Aman

Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Abdurachman/yus4)

Jakarta, GATRAnews – Ketua Pansus Angket DPR RI tentang Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengatakan, bersyukur kebakaran yang terjadi di Ruang Pansus C tidak merambat ke ruang risalah rapat, tempat penyimpanan Arsip Pansus Angket Pelindo II.


“Jika ada satu saja arsip Pansus Angket Pelindo II, baik berupa transkrip rapat, risalah rapat, dokumen cetak, suara, maupun video, ada yang hilang, maka hal tersebut merupakan keajaiban,” ujar Rieke, dalam pesan tertulis, Ahad (18/6).

Lanjut Rieke, yang harus diusut lebih lenjut, kalau pun itu terjadi, kami masih menyimpan salinan semua Arsip, yang sebagian besar copynya telah diserahkan ke BPK dan KPK.

Seperti diketahui BPK RI pada Selasa (13/6/2017) lalu, pukul 13.49 WIB telah menyerahkan hasil audit investigatif kepada DPR RI. Laporan investigatif itu merupakan tahap pertama terhadap Pelindo II,  yang menyangkut perpanjangan kontrak JICT antara Pelindo II dan Hutchinson.

Adapun potensi kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 4,08 trilyun. Tahap selanjutnya BPK melakukan investigasi terhadap perpanjangan Koja, Global Bond dan proyek Kali Baru Pelindo II.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran terjadi di ruang rapat Pansus C Gedung Nusantara II, lantai 3, DPR RI, sekitar pukul 01.30 WIB, Ahad (18/6) dini hari.

Penyebab kebakaran, api diduga berasal dari konsleting listrik di dalam plafon ruang Rapat Pansus C. Menurut saksi mata bernama Gimin yang juga pekerja teknisi AC, melihat kepulan asap di ruangan yang selanjutnya melapor ke mandor bernama Eko.

Setelah dibuka kunci ruang rapat ada kepulan asap di plafon. Akibat dari peristiwa itu plafon ruang rapat terbakar.

Dengan menggunakan alat pemadam kebakaran dan hidran gedung serta dibantu 15 Unit Damkar api dapat dipadamkan pukul 02 30 WIB. Beruntung, akibat kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa dan hingga kini belum bisa ditaksir kerugian.

Ke depan, Rieke berharap, pengerjaan dengan alasan perbaikan apa pun di DPR yang menyangkut ruangan strategis di DPR, terutama tempat penyimpanan arsip dokumen dan risalah rapat, tidak dilakukan tengah malam.


“Lebih baik weekend, Sabtu Minggu jam kantor, saat tidak ada kegiatan di DPR,” jelasnya.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article