Sebagian Mie Instan Korea Positif Mengandung Babi

Mie Instan yang diperintahkan ditarik oleh BPOM (Dok GATRAnews/Twitter @BPOM_RI)
Mie Instan yang diperintahkan ditarik oleh BPOM (Dok GATRAnews/Twitter @BPOM_RI)

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengawas  Obat dan Makanan (BPOM) mengirim surat  perintah penarikan produk  mie asal Korea  kepada Kepala Balai Besar /Balai POM di seluruh Indonesia. Dalam surat tanggal 15 Juni 2017 itu disebutkan empat  merek mie Korea positif mengandung  babi.  

 

Produk yang diperintahkan untuk ditarik adalah Samyang Mie instan U-Dong, Nongshim Shin Ramyun Black,  Shamyang mie instan Rasa Kimchi, dan Ottogi Yeou Ramen, yang seluruhnya diimpor oleh PT Koin Bumi. 

 

Dalam surat itu disebutkan,  "Berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mie instan asal Korea,  beberapa produk menunjukkan hasil positif mengandung fragmen DNA spesifik babi,  namun tidak mencantumkan peringatan  mengangdung babi pada label".


Untuk mengantisipasi  peredaran produk yang cukup luas  maka BBPOM daerah diperintahkan untuk  melakukan pemantauan  dan penarikan produk  dari peredaran apabila  masih ditemukan dipajang di toko.

 

Surat BPOM tentang penarikan mie instan impor dari Korea (Dok GATRAnews)
Surat BPOM tentang penarikan mie instan impor dari Korea (Dok GATRAnews)

BPOM memerintahkan PT Koin Bumi untuk melakukan penarikan produk  dari peredaran  sekaligu s pencabutan nomor ijin  edar karena tidak sesuai dengan ketentuan.


BPOM menyatakan bahwa produk-produk tersebut tidak mengikuti aturan Kepala Badan POM Nomor 12 tahun 2016 bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus.

 

Itu berupa tulisan ‘Mengandung Babi’ dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih.


Editor: Rosyid

Share this article