Akademisi Pertanian Ajak Petani Gelar Aksi Lapangan Pengendalian Hama

Jakarta, GATRAnews - Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) bersama Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor (IPB) telah melakukan riset tentang swasembada beras yang ditargetkan pemerintah. Dalam riset itu ditemukan fakta bahwa tahun ini, target swasembada beras tidak akan terpenuhi karena ancaman hama. 

Serangan wereng yang bersamaan dengan virus kerdil hampa menjadi faktor utama kegagalan panen di sejumlah daerah di Indonesia, terutama pada sektor pertanian di pulau Jawa.

Satu di antara sentra produksi padi yang terserang hama adalah wilayah Cipunagara, Subang, Jawa Barat. Menurut Himpunan Alumni IPB Subang, Deni Nurhadiansyah, lebih dari 90 persen lahan di Cipunagara terserang hama.

"90% dari total 6250 hektar sawah yang terkena serangan hama, mengalami kegagalan panen. Serangan hama ini mempengaruhi penurunan produksi dan kehidupan petani," ujar Deni, melalui keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Kamis (13/7).

Akibatnya, petani tak memiliki penghasilan dan terjebak hutang. Petani, kata Deni perlu dana untuk modal tanam berikutnya. "Situasi ini tak bisa dibiarkan, karena mengancam produksi dan ketersediaan pangan pokok nasional. Utama nya, kehidupan petani dan keluarga nya," jelas Ketua Departemen Proteksi Tanaman IPB, Dr. Suryo Wiyono. 

Untuk menghadapi situasi ini, Klinik Tanaman, IPB, melalui Departemen Proteksi Tanaman, LPPM, dan Himpunan Alumni IPB Subang akan menggelar kegiatan aksi lapangan pengendalian wereng. 

Kegiatan ini akan dihadiri oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhadiyanto, guru besar bidang hama dan penyakit IPB, Dinas Pertanian Subang, juga 500 orang petani dari lima kecamatan se Kabupaten Subang.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Nur HIdayat

Share this article