Tiga Tahun di "Rumah Sekap KPK" Ini Kesaksian Niko Panji

"Rumah Sekap" KPK di Depok, Jawa Barat (GATRAnews/Wem Fernandez/HR02)

Depok, GATRAnews - Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus Hak Angket), Jumat (11/8) hari ini mendatangi "Rumah Sekap" KPK, di Jalan TPA, RT 003/RW03, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

 
Rumah tanpa nomor ini diduga menjadi tempat "penyekapan" Niko Panji Tirtayasa, saksi palsu yang diduga dihadirkan KPK dalam kasus suap Akil Muchtar.
 
Hadir dalam kujungan, pimpinan Pansus Hak Angket KPK, Agun Gunanjar, Masinton Pasaribu dan Taufiqulhadi serta anggota Pansus, Arteria Dahlan dan Muhammad Misbakhun.
 
Kepada awak media, Niko menceritakan kisah pilunya ditahan KPK selama tiga tahun, sejak akhir Mei 2013 hingga Februari 2015. Dia mengira kehidupannya berjalan biasa layaknya tinggal save house. 
 
"Saya kenapa bilang rumah ini tidak aman, harusnya kan kata dia save  house ya tapi kalau memang save house bisa komunikasi dengan keluarga, tapi saya setiap mempunyai alat komunikasi selalu diambil," jelas Niko kepada awak media, Jumat, petang.
 
Putus hubungan dengan keluarga, sehari-harinya Niko juga tidak di izinkan bergaul dengan warga sekitar. Untuk menghabiskan sebatang rokok usai santap siang atau malam tidak dibolehkan petugas.
 
"Kalau mau merokok di dalam kamar saja. Kata petugas enggak boleh ke luar kamar," terang Niko lirih.
 
Semua keterangan terkait kasus suap Akil Muchtar juga diatur di rumah penyekapan tersebut. Penyidik KPK, sambung Niko, menulis semua keterangan seolah-olah itu berasal darinya.
 
"Kalau tidur memang disiapkan ruangan tapi gelap, tidak ada kipas angin. Akhirnya tidur di ruangan (depan) TV. Itu juga tetap dikawal sama petugas," ujarnya.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Share this article