Presiden Joko Widodo (Biro Pers Setpres/yus4) Jakarta, GATRAnews - Pemerintah terus berupaya mengurangi ketimpangan dan kesenjangan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Penerbitan sertifikat
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Zainal Arifin (LIPI.go.id/yus4) Jakarta, GATRAnews - Sebelas kementerian, lembaga dan universitas di Indonesia
Menkopolhukam Wiranto (GATRA/Jongki Handianto/HR02) Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, tidak ada impor sekitar 5.000
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Antara/Akbar Nugroho Gumay/yus4) Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia saat ini dan ke depan harus menuntaskan tiga
Asrul Sani (Antara/Reno Esnir/yus4) Jakarta, GATRAnews - Pansus Hak Angket terhadap KPK mulai menyusun rekomendasi hasil penyelidikan. Masa kerja pansus akan berakhir pekan depan, tepatnya
Kementerian PUPR Bangun Tiga SPAM Baru. (Dok. Kementerian PUPR/AK9) Jakarta, GATRAnews - Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui
Ketua DPD RI Oesman Sapta (dok. MPR/yus4) Jakarta, GATRAnews - Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya

Bendung Produk Cina, ASEAN Sepakati Standard Konstruksi dan Bangunan

Jakarta, GATRAnews – Tujuh negara ASEAN berkumpul di Jakarta membahas standardisasi untuk sektor konstruksi dan bangunan. Mereka adalah Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Thailand, Brunei Darussalam, dan Indoesia. Ada tiga kategori yang dibahas yakni baja, semen dan kaca.


Tujuan pertemuan ini adalah untuk membendung barang-barang dari luar ASEAN terutama Cina dengan produk standar yang rendah dan harga yang murah. Sehingga berdampak pada produk dari negara ASEAN yang sudah memiliki standar internasional.

Kepala Badan Standardisasi Nasional Prof. Bambang Prasetya mengatakan, kita sesama anggota ASEAN terus memperkuat hubungan antar anggota dan berjuang menjadi kawasan perdagangan kuat di dunia.

“Untuk tahap awal itu tiga material yang dibahas yakni baja, semen dan kaca. Jadi kita ada saling pengakuan untuk test report dan sertifikat. Sehingga perdagangan antar negara ASEAN itu bisa difasilitasi dan diharapkan meningkat,” ujar Bambang, di sela-sela pertemuan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (25/8).

Dalam hal perdagangan, melalui forum ASEAN Consultative Commitee for Standard and Qualty (ACCSQ) Working Group I yang berkonsentrasi pada Standar and Mutual Recognition Arrangement (MRA) telah membentuk task force khusus membahas dan MRA untuk sektor konstruksi dan bangunan.

Inter-sessional meeting sendiri dipimpin Ketua TFBC Toni Sinambela dari Indonesia. “Indonesia harus memanfaatkan diskusi regional ASEAN ini untuk mengusulkan berbagai hal terkait kesepakatan dalam MRA dengan mempertimbangkan kesiapan industri nasional, kesiapan LPK dan peluang ekspor,” jelasToni yang juga Kepala Standardisasi Industri Kementerian Perindustrian.

Agenda pertemuan hari Jumat ini diharapkan menyelesaikan draf untuk saling pengakuan di antara anggota ASEAN. Nantinya draft itu akan dikirim ke para menteri ASEAN untuk dibuat regulasi.

Selain membicarakan standard hasil pertemuan ini diharapkan bisa menggerakkan pasar di tingkat ASEAN. Langkah selanjutnya setelah produk bisa kompetitif barulah merambah keluar ASEAN.

“Kompetitor kita ini negara besar seperti Cina dengan barang yang murah, makanya kita harus punya penghalang atau great barrier,” tambahToni.

Menurut Toni sebgian besar masyarakat di Tanah Air itu masih memikirkan soal harga yang murah dan baru sebagian yang sadar akan masalah kualitas. Jika produk Cina yang murah dengan mutu standard yang jelek menyerbu Indonesia, maka mengakibatkan produsen di dalam negeri akan terdesak.

“Kita upayakan bagaimana meningkatkan daya saing melalui perjanjian saling pengertian yang terkait masalah standard,” demikian Toni.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article