Komisi X DPR RI: Perpres 87 Tidak Meninggalkan Polemik

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Fikri Faqih (Dok DPR RI/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Fikri Faqih mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang baru diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang tadi tidak meninggalkan polemik berkepanjangan.


Sebab, semua pemangku kepentingan baik yang setuju maupun tidak telah diajak dialog terlebih dahulu oleh kepala negara.

“Dengan memperhatikan dan mengakomodasi masukan pihak yang tidak setuju maka tampaknya memang Perpres ini lebih bijaksana, lentur dan tidak memaksa. Baik dari persyaratan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sarana prasarana yang harus dipenuhi untuk program penguatan pendidikan karakter ini,” jelasnya saat dihubungi wartawan, Rabu (6/9).

Terbitnya Perpres, sambung politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, menjadi suatu pelajaran juga bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sebelumnya menerbitkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Permendikbud ini mengatur jam belajar siswa tiap harinya menjadi 8 jam, mulai Senin hingga Jumat. Tanpa melihat persiapan sekolah maupun guru, peraturan ini kemudian mendapatkan gelombang protes dari sekolah.

“Jangan lagi ada kegaduhan lantaran pemerintah terus bikin “move”  tanpa melihat kesiapan pelaksanaannya sehingga membuat panik di lapangan,” demikian Abdul Fikri.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor; Arief Prasetyo

Share this article