Presiden Minta Masyarakat Berkerjasama Cegah Bencana Kekeringan di Tanah Air

Kekeringan di NTT (ANTARA/Kornelis Kaha/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Bencana kekeringan saat ini sedang melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk segera turun ke lapangan dan mencari solusi guna mengatasi bencana tersebut.

"Saya minta seluruh menteri dan lembaga terkait serta para gubernur untuk betul-betul melihat kondisi yang ada di lapangan dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana kekeringan ini," ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja pada Selasa (12/9).

Salah satu solusi yang disebutkan Kepala Negara adalah terkait bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Mengingat dalam dua tahun terakhir pemerintah telah membangun sejumlah embung, waduk, hingga bendungan guna mengantisipasi bencana tersebut. "Saya juga minta di cek untuk supply air untuk irigasi pertanian sangat dibutuhkan terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak," ungkapnya.

Selain air bersih, ketersediaan stok bahan pangan di sejumlah daerah juga harus dijaga guna menghindari kelangkaan yang mengakibatkan kenaikan harga.   Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, BMKG menyatakan bahwa musim hujan di beberapa daerah diperkirakan baru terjadi akhir November atau akhir Oktober 2017 mendatang. Hal tersebut tentu saja menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Tanah Air.

"Beberapa daerah sudah tidak mengalami hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, lebih dari dua bulan, bahkan sebagian di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau," kata Presiden.

Menutup pengantarnya, Presiden sekali lagi menekankan agar seluruh elemen masyarakat bekerja sama dengan pemerintah mencegah terjadinya bencana di Tanah Air, baik itu bencana kekeringan maupun kebakaran hutan. "Saya titip pesan agar kita tidak lengah untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan-lahan gambut seperti pada tahun 2015 lalu," ucap Presiden.  


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat

Share this article