Kunjungan ketua MPR Zulkifli Hasan di Pesantren Al Iman (dok. Humas MPR/yus4) Jakarta, GATRAnews - Hari Libur Tahun baru Islam dimanfaatkan Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan menyapa santriwan
Panglima TNI Ziarah ke Makam Para Prajurit TNI di Timor Leste (dok. Puspen TNI/yus4) Jakarta,GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal
Dubes Malaysia, Zahrain Hashim (ketiga kanan) dan Mendikbud Muhadjir (kedua kanan) dalam acara peringatan 60th hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia (GATRAnews/Nur Hidayat) Kompang dan Keris
Menristek Dikti Hadiri Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme di Fakultas Kedokteran UKI (GATRAnews/M. Rozak/yus4) Jakarta, GATRAnews - Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia diminta menghidupkan
Fadli Zon (Antara/Sigid Kurniawan/yus4) Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon angkat bicara terkait wacana pembubaran Kodim dan Koramil yang dilontarkan Gubernur Lemhanas, Letjen Agus
Syafii Maarif (GATRA/Arif Koes H/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif melihat isu kebangkitan komunisme dan Partai Komunis Indonesia di Indonesia
Herawati yang didampingi Riza Deliansyah menyerahkan dana beasiswa kepada siswa. (GATRAnews/Dok. AI) Jakarta, GATRAnews - Sebanyak delapan orang perwakilan siswa berprestasi dari 4.000 anak yang

Kemhan dan PBNU Jalin Sinergitas Soal Pertahanan Bangsa

Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj dan jajaran menerima kunjungan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (Dok PBNU/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memperkuat pertahanan bangsa melalui pertahanan semesta dengan melibatkan segenap elemen bangsa.


"Kami [PBNU] sepakat menjalin sinergi dengan Menhan [menteri pertahanan]. Upaya memperkuat pertahanan dan kedaulatan bangsa memang tidak bisa dikerjakan satu kelompok, butuh upaya semua elemen bangsa. NU memang punya tanggung jawab itu, namun tentu harus didukung semua pihak," kata Hery Haryanto Azumi, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU di Jakarta, Rabu (13/9).

Hery menyampaikan, kesepakatan tersebut tercapai setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu melakukan pembicaraan tentang persoalan kebangsaan dan memperkuat pertahanan bangsa dengan Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siradj, beserta jajarannya kantor PBNU Jakarta.

"Kunjungan Pak Menhan ke PBNU guna membahas masalah kebangsaan dan memperkuat pertahanan bangsa," kata Hery.

Menurut Hery, pertahanan bangsa pada abad informasi ini bukan hanya dengan memperkuat militer, namun juga harus melibatkan pertahanan semesta, yakni pertahanan yang melibatkan segenap elemen bangsa.

"Konsep pertahanan sebuah negara saat ini berbeda dengan dulu. Dalam perang modern sekarang, konsep pertahanan tidak boleh hanya mengandalkan konsep hardware atau jalur militer, namun juga software. Jalur software ini adalah pertahanan semesta dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk ulama dan kiai di dalamnya," uja Hery.

Karena itu, lanjut Hery, harus mengubah pola pikir (mindset) masyarakat dalam menjaga kedaulatan bangsa, yakni dari pertahanan fisik atau militer ke pertahanan ideologi.

"Selama ini, kalau berbicara mempertahan kedaulatan, pasti yang terpikir adalah militer. Cara berpikir ini harus diubah. Sebab, mempertahankan ideologi bangsa dari pengembosan pihak-pihak asing juga masuk kategori menjaga kedaulatan," ujarnya.

Terlebih, lanjut Hery, "perang" di era digital saat ini lebih lembut. "Perang era sekarang sangat soft, karena terjadi di wilayah opini dan mindset," kata pria yang sempat menjabat Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) 2005-2008 itu.

Menurut Hery, karena itu Kemhan dan PBNU sepakat untuk menjalin sinergitas dalam upaya memperkuat pertahanan dan kedaulatan bangsa. Selain itu, PBNU juga mendorong upaya Transfer of Tecnology (ToT) Kemenhan untuk mewujudkan kemandirian industri dalam negeri.


Reporter: Iwan Sutiawan

Share this article

Tagged under